hut

Pacu Produksi Beras, Petani Sumsel Terapkan Dua Kali Tanam

Ilustrasi - Petani menyemprot hama -Dok: CDN

PALEMBANG – Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, menerapkan sistem penanaman padi dua kali tanam (IP200) di lahan satu juta hektare.

Kepala Dinas Pertanian Sumsel, Erwin Noor Wibowo di Palembang, Kamis, mengatakan upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produksi beras mengingat tahun 2017 berhasil swasembada dengan tercapainya 4,9 juta ton.

“Tahun ini kami menargetkan setidaknya mencapai 5,2-5,5 juta ton,” kata dia.

Ia mengatakan, strategi penanaman dua kali tersebut difokuskan ke lahan rawa lebak yang potensinya mencapai 250 ribu hektare. Pertanian lahan rawa lebak ini biasanya mulai menanam sekitar bulan November.

“Sekarang September mereka sudah bisa tanam. Sehingga, saat panen Januari Februari nantinya, mereka bisa menanam kembali karena air masih ada,” ujar Erwin.

Erwin mengatakan saat ini, dari 1 juta hektare lahan pertanian, sekitar 700 ribu hektare sudah melaksanakan panen raya, sehingga produksi beras saat ini mencapai 3,5-4 juta ton.

“Kami optimistis bisa mengejar target untuk panen Oktober Desember mendatang,” kata dia.

Menurut dia, upaya untuk memaksimalkan lahan memiliki sejumlah kendala, di antaranya sulitnya peralatan pertanian untuk masuk ke lahan rawa lebak.

“Lalu cuaca yang kurang mendukung. Tetapi, hal itu sudah diantisipasi dengan membangun beberapa folder yang bisa menampung air, sehingga, air bisa dipompa ke persawahan. Kesulitan kita memang memasukkan alat berat ke persawahan. Terpaksa, hanya jenis hand traktor saja yang bisa masuk,” kata dia.

Erwin menjelaskan, program IP200 juga bisa mencegah potensi pembukaan lahan dengan cara membakar karena lahan yang sudah dipanen bisa ditanami lagi, sehingga tidak menimbulkan semak belukar. (Ant)

Lihat juga...