Pakar: Pembangunan Harus Utamakan Kedaulatan Rakyat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

407

JAKARTA — Pakar Ekonomi, Sri Edy Swasono mengatakan, pembangunan harusnya mengutamakan kedaulatan rakyat bukan kedaulatan pasar yang neoliberalisme.

“Dengan daulat pasar kita kehilangan kedaulatan nasional dan kita tidak berdaulat dalam pangan,” kata Sri pada acara bedah buku “Indonesia Paradoks dan Ngobrol Bersama 300 Jenderal dan Para Intelektual” di Jakarta, Sabtu (22/9/2018).

Menurutnya, sangatlah ironis dalam pemerintahan sekarang dengan perkembangan zaman, negara kita tidak berdaulatan dalam pangan. Beras, garam, cabe, bawang, dan bahkan ikan asin juga impor.

“Kita tidak berdaulat dalam kebutuhan dasar, misalnya obat, tidak seperti India. India dalam hal pembuatan obat itu berdaulat. Tapi kita di sini hanya peracik obat,” ujarnya.

Indonesia sebut dia, juga tidak berdaulat teknologi, industri, energi dan juga tidak berdaulat ekspor impor. Apalagi bank-bank sebagai urat nadi ekonomi juga dikuasai oleh asing. Begitu juga dengan tanah dan air, mereka pihak asing yang mengatur seenaknya.

“Bahkan kita tidak berdaulat dalam legislasi. Ini bahaya sekali,” tukasnya.

Menurutnya, memang tidak boleh anti asing, namun mengapa membiarkan dan tidak menolak ekonomi asing mendominasi ekonomi nasional.

“Kita berani merdeka, kita ini harus berani waspada menjaga kemerdekaan. Bahkan Pangeran Sudirman sangat lantang berkata, biarkan aku mati menjadi debu revolusi, daripada jadi debu penjajah. Ini jelas bermakna, kita harus menjaga kemerdekaan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...