Pameran Bhayangkara Art Tampilkan Lukisan Karya Polisi

Editor: Makmun Hidayat

300
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto - Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA — Sebuah pameran lukisan bertajuk ‘Bhayangkara Art, Merajut Kebhinekaan’ di Taman Ismail Marzuki (TIM) yang berlangsung selama lima hari dari 4-8 September 2018, diikuti oleh para anggota Polri. Ini semakin menunjukkan, banyak polisi yang mempunyai jiwa seni.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Drs Setyo Wasisto, SH,  saat mengawali sambutannya dalam rangka membuka Pameran Lukisan Bhayangkara Art Merajut Kebhinekaan, membeberkan bahwa Polri itu juga manusia.

“Tapi saya meyakini dengan seni itu bisa memperhalus budi,” imbuh lelaki kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 18 April 2017, di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Oleh sebab itu, lanjut Wasisto, anggota Polri yang mempunyai jiwa seni, insya Allah, menjadi pelindung dan pengayom masyarakat yang halus budinya. Sesuai Undang-undang, kata Wasisto, Polri bertugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Kalau didasari dengan hati yang baik dan tulus, kemudian mempunyai budi bahasa yang baik pasti akan lebih baik lagi,” paparnya.

Dari 450 ribu anggota Polri seluruh Indonesia memang tidak semuanya mempunyai jiwa seni. “Tetapi saya selaku Divisi Humas selalu mendorong pada anggota Polri yang mempunyai jiwa seni, baik seni lukis, maupun seni-seni lainnya, ” terangnya.

Wasisto mengaku baru selalu syuting film, karena Divisi Humas Polri memproduksi film. “Kalau film ‘22 Menit’ itu program dari Pak Kapolri langsung, sedangkan Divisi Humas memproduksi film ‘Traficking in Person (Eksploitasi Manusia) dan Kehidupan di Akpol’.

“Tujuan film pertama ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi eksploitasi manusia, dan tujuan film kedua ingin mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dalam tentang Akpol, “ urainya.

Dalam kesempatan tersebut, Wasisto menyebut tahun ini ada 230 orang diterima di Akpol terdiri 200 putra dan 30 putri.

“Luar biasa, tahun ini kita mencari yang jelek susah karena semua baik-baik. Karena semua mempersiapkan diri, jadi persaingan sangat ketat. Inilah putra-putri terbaik bangsa ini yang akan mengabdi melalui jakur Kepolisian Negara Republik Indonesia, ” ungkapnya.

Wasisto mengucapkan rasa terima kasih atas kesempatan keluarga Polri berpameran di Taman Ismail Marzuki. “Kita tahu Taman Ismail Marzuki tempatnya para pegiat seni yang luar biasa,” tegasnya.

Wasisto pun berharap dengan adanya pameran lukisan akan memacu yang belum muncul. “Karena tentu masih banyak anggota Polri yang punya jiwa seni, baik seni lukis, seni musik, seni peran dan seni-seni lainnya, yang patut kita dorong untuk berkarya, bahwa keterlibatan Polri dalam seni untuk meningkatkan anggota Polri turut mewarnai dunia seni Indonesia,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...