Pelukis Ini Setuju Enak Zaman Orde Baru

Editor: Satmoko Budi Santoso

512

JAKARTA – Iwan Aswan termasuk pelukis yang begitu aktif berpameran sejak tahun 1980 sampai sekarang. Ia memang mengalami banyak perubahan zaman, yang baginya setuju enak zaman pada zaman Orde Baru. Kenyataannya memang enak, dirinya mudah mencari uang dan karirnya melukis maju serta berkembang.

“Konsep melukis bagi saya pribadi, bebas-bebas saja. Saya bisa realis, saya bisa abstrak bisa ekspresionis. Jadi buat saya tidak ada isme apa pun dalam berkarya,“ kata pelukis Iwan Aswan kepada Cendana News dalam acara pembukaan pameran lukis bersama karya 6 Pelukis Jakarta di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).

Pelukis kelahiran Jakarta, 18 November 1956 itu membeberkan, ketika menemukan arang maka dirinya melukis dengan arang, ketika ada cat air melukis dengan cat air, ketika ada cat minyak melukis dengan cat minyak.

“Saya ada dialog dengan obyek lukisan yang saya lakukan,“ beber Ketua Yayasan Menteng Enem.

Iwan mengaku ketertarikan melukis sejak kecil.

“Kalau tidak melukis, saya merasa gelisah karena saya merasa ada sesuatu yang hampa dalam diri saya. Maka yang penting saya salurkan hobi melukis,“ ungkapnya.

Setelah lulus SMA, Iwan masuk kuliah di jurusan seni rupa perguruan tinggi di Bandung dan Yogyakarta.

“Pada saat itu sebenarnya saya diterima, tapi tidak memungkinkan saya untuk kuliah. Orangtua kurang menyukai kalau saya melukis, karena zaman dulu melukis tidak dianggap,“ terangnya.

Iwan berbesar hati untuk tetap melukis dengan banyak belajar melukis secara langsung kepada para pelukis.

“Saya banyak belajar melukis dengan praktik langsung dibimbing para pelukis yang saya kagumi karya lukisannya,“ paparnya.

Setelah itu, Iwan keliling, lebih giat lagi belajar melukis pada orang-orang yang benar-benar piawai melukis.

“Kemudian saya masuk ke LPKJ yang sekarang IKJ, saya menemukan kehidupan saya di situ,“ tuturnya.

Dalam pameran ini, Iwan menyertakan 10 karya lukisan yang dipamerkan.

“Kemarin saya banyak melukis tentang Jakarta, jadi saya memang banyak pameran,“ ucapnya.

Rencananya pada bulan Desember 2018 atau Januari 2019 akan pameran tunggal.

“Kemudian, bulan April 2019 saya juga akan ke Perancis untuk melukis secara langsung ke negara yang dikenal romantis, “ terangnya.

Selain melukis, Iwan juga mengajar melukis pada anak-anak berkebutuhan khusus.

“Dulu saya mengajar di SMP tapi karena kurikulumnya berubah saya sudah tidak mengajar lagi,“ ujarnya.

Harapan Iwan ke depan Jakarta tertib, teratur, dan lebih baik lagi.

Bagi Iwan, zaman sekarang dibanding zaman Orde Baru sangat berbeda. Zaman sekarang lukisannya jarang laku, sedangkan zaman Orde Baru lukisannya laris.

“Kalau saya bilang, setuju memang enak zaman Orde Baru. Cari uang gampang, tapi setelah reformasi sulit cari uang. Bahkan keadaan sekarang semakin tidak karuan. Tidak seperti zaman Orde Baru yang teratur dan banyak melahirkan seniman hebat,“ tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...