Pembangunan 10 Taman Baru DKI, Masuki Tahap Lelang

Editor: Makmun Hidayat

174
Kadis Pertamanan dan Pemakaman DKI, Djafar Muchilisin - Foto: Ist/Lina Fitria

JAKARTA — Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Djafar Muchilisin menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan membangun 10 Taman Maju Bersama (TMB) yang direncanakan dimulai pada tahun ini. Rencana tersebut saat ini masih di tahap sosialisasi.

“Belum. Masih tahap sosialisasi, FGD (forum grup discussion). Kemudian, lelang sedang berjalan. Mudah-mudahan pertengahan bulan ini dapat,” kata Djafar saat dihubungi wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2018).

Menurut Djafar, saat ini pihaknya masih terus melakukan konfirmasi dan pengecekan mana pemenang tender yang berhak menggarap proyek TMB tersebut. Di mana TMB yang dibangun ada di sepuluh titik wilayah DKI Jakarta, nantinya seluruh taman akan dibuat baru bukan renovasi ataupun revitalisasi yang dibangun di beberapa lokasi hingga akhir tahun.

“Di Rorotan, Kampung Baru Jakbar, dekat Ragunan Pasar Minggu, Bambu Apus Cipayung, Jalan Raya Pesanggrahanmas Jaksel, Jalan Pahlawan Kebon Jeruk, Jalan Pagelaran Cipayung, Jalan Lenteng Agung Jagakarsa,” jelasnya.

Dia menuturkan, pembangunan taman maju bersama berbeda dengan proyek sebelumnya yakni Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) karena taman maju bersama akan memiliki konsep naturan dan alami. Sedangkan RPTRA terkesan lebih ramai dan pembangunannya juga lebih sedikit menggunakan bahan bangunan keras seperti paving block.

“Kalau secara fisik taman maju bersama natural, enggak banyak yang pengerasan, jadi natural. Kalau keadaan fisiknya saat ini adalah perairan maka taman akan dibangun di atas air. Tetapada aula tapi dalam bentuk bambu, panggung dari bambu,” tuturnya.

Djafar tak menampik konsep TMB mirip RPTRA milik Gubernur Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama. Namun, TMB merupakan merangkap fungsi ruang terbuka hijau.

“Kalau RPTRA kan banyak pakai bahan-bahan keras seperti paving block, bangunan, dan lain-lain. Kalau TMB perkerasannya paling banyak 20 persen dari total luas,” ujar Djafar.

Djafar menyebut, pembangunan taman dengan luas masing-masing 1.500 meter ini diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp 27 miliar dengan target selesai dalam satu tahun. “Satu taman itu Rp 1 milliar sampai Rp 2 miliar, kalau keseluruhan Rp 27 miliaran,” ujar Djafar.

Meski secara fisik mirip dengan ruang terbuka hijau (RTH), namun menurut Jafar kedua taman tersebut memiliki konsep berbeda.

“Taman Maju Bersama ini natural, enggak banyak pengerasan. Kalau keadaan fisiknya saat ini adalah perairan, maka taman akan dibangun di atas air,” jelas dia.

Selain itu Pemprov DKI menargetkan akan membangun 21 TMB dalam waktu satu tahun ini. Namun, untuk tahap awal dan sebagai percontohan, pihaknya baru sanggup membangun 10 TMB.

Jika pembangunan 10 taman ini berhasil, maka pembangunan TMB akan dilanjutkan tahun depan. Direncanakan, setiap tahunnya, dibangun 50 TMB. Hal ini dilakukan untuk mencapai target pembangunan TMB sebanyak 260 taman dalam waktu lima tahun.

“Ini kan masih awal. Masih percontohan dulu. Tahun selanjutnya, baru akan dibangun 50 taman. Tahun selanjutnya 50 lagi,” ungkapnya.

Diketahui, Program Taman Maju Bersama ini dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJD) 2017-2022 pada 3 April lalu. Taman ini merupakan bagian dari pengembangan RTH.

Baca Juga
Lihat juga...