Pembangunan MRT, Pengembangan Budaya Indonesia

Editor: Satmoko Budi Santoso

201

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta berupaya menghadirkan moda transportasi publik yang terintegrasi dengan melakukan pembangunan Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas di bekas Pasar Blora, Jakarta Pusat.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta menyelenggarakan Sayembara Gagasan Desain Transport Hub, guna menghasilkan inovasi desain tatanan kota dengan pendekatan bangunan gedung hijau (green building) dan kota untuk masyarakat (cities for people).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan apresiasi dan menyambut sangat baik kinerja PT MRT Jakarta sebagai pengelola kawasan yang telah melakukan pelibatan publik dalam rangka menata kota.

“Apresiasi untuk semua yang sudah bekerja di balik para perancang, termasuk para dewan juri yang telah bekerja luar biasa. Insha Allah, ini menorehkan babak baru dalam sejarah transportasi yang berorientasi publik di Jakarta,” ujar Anies di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018).

Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas tersebut merupakan Kawasan Berorientasi Transit pertama di DKI Jakarta. Kawasan ini dirancang menjadi ikon internasional Jakarta untuk menandai perubahan pergerakan manusia Jakarta dengan adanya MRT Jakarta dan Gedung Transport Hub.

“Ini yang pertama. Jadi, kita sedang melakukan langkah yang punya dampak histori. Karena itu, saya mengajak kepada semuanya, terutama pihak MRT, mari kita tempatkan peristiwa pembangunan MRT dan pembangunan kawasan ini sebagai bagian dari pengembangan budaya Indonesia. Kita punya tanggung jawab untuk merancang agar ini punya efek yang positif bagi pengembangan kebudayaan Indonesia,” tutur Anies.

Menurutnya, pembangunan MRT dan kawasan berorientasi transit di daerah Dukuh Atas merupakan langkah besar yang akan memiliki dampak histori panjang, bukan hanya satu atau dua tahun.

Karena itu, Anies mengajak seluruh masyarakat, terutama pihak MRT, untuk menempatkan peristiwa pembangunan ini sebagai bagian dari pengembangan budaya Indonesia.

“Pembangunan MRT dan kawasan orientasi transit Dukuh Atas merupakan sesuatu yang baru bagi budaya kita. Untuk itu, kita memiliki tanggung jawab untuk merancang agar pembangunan memiliki efek yang positif bagi perkembangan kebudayaan Indonesia ke depan,” ujar Anies.

Selain itu, Anies berharap, agar Kawasan Berorientasi Transit, dapat memberikan kontribusi terhadap beberapa aspek penting. Di antaranya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, meminimalisir dampak kemacetan jalan dan polusi udara, serta memuliakan para pejalan kaki dan kaum difabel.

Sementara itu, Dirut PT MRT Jakarta William P. Sabandar menjelaskan, Sayembara Gagasan Desain Transport Hub di Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas ini menggandeng Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.

“Pelaksanaan kegiatan Sayembara Desain Transport Hub di Kawasan Berorientasi Dukuh Atas secara resmi dibuka pada tanggal 1 Mei 2018. Di dalam prosesnya, publik menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk berpartipasi di dalam kegiatan ini,” tuturnya.

“Hingga akhir masa pendaftaran, PT MRT Jakarta menerima 57 karya yang tidak hanya berasal dari Jakarta, melainkan juga kota besar lainnya,” sambungnya.

Nantinya, desain para peserta dan pemenang tersebut bermanfaat untuk mempercepat pembangunan Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas, serta merupakan wujud keterlibatan warga kota dalam menyumbangkan pikiran maupun ide untuk kemajuan dan citra Kota Jakarta sebagai area perkotaan yang dirancang mempermudah setiap aktivitas warga. Sehingga, mega city Jakarta sejajar dengan kota-kota besar lain di dunia.

Baca Juga
Lihat juga...