Pembangunan Skybride Tanah Abang, Sudah 30 Persen

Editor: Makmun Hidayat

219

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI saat ini tengah mengupayakan percepatan pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang. Pembangun jembatan itu ditargetkan selesai pada 15 Oktober 2018 melalui Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana Jaya.

“Melalui Perusahaan Daerah Pembangunan Saranan Jaya ini kami akan mengupayakan percepatan penyelesaian pekerjaan di lapangan,” kata Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan melalui pesan singkat, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).

Menurut Yoory ada metode pelaksanaan baru atas pembangunan JPM Tanah Abang. Rencananya akan dilakukan pada dua sisi bersamaan yaitu di Zona A sisi bagian Selatan Jalan KS Tubun dan Zona D sisi bagian Utara Jalan Jatibaru Raya.

“Saat ini (pembangunan) mencapai 30 persen. Percepatan pembangunan kami lakukan pada masing-masing zona sepanjang 100 meter. Jadi, sisi selatan di Zona A itu 100 meter, begitu pula di sisi utara di Zona D juga 100 meter,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya pekerjaan hanya dilakukan pada satu sisi, yaitu Zona A. Namun, dengan adanya percepatan pada dua sisi tersebut, diharapkan pembangunan JPM Tanah Abang dapat selesai tepat waktu.

“Kami harapkan dengan percepatan seperti ini pekerjaan bisa tuntas tepat waktu dan dapat digunakan Oktober mendatang,” imbuhnya.

Pada pelaksanaan metode baru, pembangunan JPM ini tidak mengganggu lalu lintas bus Tanah Abang Explorer, bus tetap beroperasi seperti biasa. Pekerjaan pembangunan JPM Tanah Abang dibagi dalam dua waktu pengerjaan.

“Pekerjaan dibagi dua waktu yakni pekerjaan siang hari pada pukul 04.00 – 19.00 WIB atau sekitar 19 jam, sedangkan untuk pekerjaan malam hari dimulai pukul 19.00 – 04.00 WIB atau sekitar 9 jam,” paparnya.

Sementara Kepala Dinas KUKMP Provinsi DKI Jakarta, Irwandi mengatakan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) Provinsi DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi dan mengoordinir para pedagang kecil mandiri (PKM) yang berada di sepanjang Jalan Jatibaru Raya untuk bergeser apabila pembangunan JPM tepat berada di atas lokasi dagangan para pedagang.

Selama pengerjaan 100 meter Zona A dan 100 meter Zona D, Suku Dinas KUKMP Jakarta Pusat bekerja sama dengan Satpol PP Provinsi DKI Jakarta serta Camat dan Lurah setempat untuk menyosialisasikan dan mengoordinir pergeseran lokasi dagang para PKM ke area yang belum dalam tahap pembangunan.

“Selama masih dalam pembangunan Zona A dan Zona D, para pedagang itu nanti ada di zona tengah. Saat Zona A dan Zona D selesai dibangun, para pedagang yang sebelumnya berada di zona tengah itu nanti akan bergeser ke Zona A dan Zona D. Prinsipnya, kami menyesuaikan dengan mengoordinir pergeseran lokasi pedagang selama pekerjaan berlangsung,” ujarnya.

Saat ini, terdapat 372 PKM yang berjualan di sepanjang salah satu sisi Jalan Jatibaru Raya, yang nantinya akan ditempatkan di JPM Tanah Abang. Diharapkan, seluruh masyarakat Jakarta dapat kooperatif dan mendukung pekerjaan pembangunan JPM Tanah Abang.

“Semoga masyarakat dapat kooperatif dan mendukung jalannya pekerjaan pembangunan JPM Tanah Abang ini,” tutupnya.

Diketahui JPM Tanah Abang dibangun sepanjang 386,4 meter dengan lebar 12,6 meter. Lokasinya tepat berada di atas Jalan Jati Baru Raya, dari depan pintu stasiun hingga pasar Blok F melewati pasar Blok G.

JPM Tanah Abang merupakan jembatan penghubung Stasiun Tanah Abang hingga ke Blok G dan menjadi jembatan antarmoda yang berintegrasi langsung dengan Stasiun Tanah Abang.

Selain itu, nantinya, di dekat pintu keluar Stasiun Tanah Abang yang terletak di bawah flyover Jatibaru akan dipasang Ramp (Jembatan Penghubung) untuk memudahkan pejalan kaki dan kaum difabel pada saat melintasi jembatan penghubung ini.

Pembangunan jembatan penghubung antara stasiun dan pasar di Tanah Abang sudah direncanakan sejak lama. Sayangnya, sejak Gubernur DKI masih dipimpin Joko Widodo hingga Basuki T Purnama, pembangunan jembatan penghubung itu tidak terealisasi.

Baca Juga
Lihat juga...