Pembuat Kapal Tradisional di Tegal, Andalkan Pesanan

Editor: Koko Triarko

267
TEGAL – Pantai Larangan, Kramat, Tegal, Jawa Tengah, meski pelabuhannya kecil, tapi usaha perekonomian tetap berdenyut. Hal ini tampak dari adanya aktivitas di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang cukup ramai. Di sini pula terdapat kapal-kapal yang bersandar, yang semuanya hasil buatan Warya, seorang pembuat kapal tradisional yang berasal dari desa setempat.
“Saya membuat kapal cukup lama waktunya, sekitar empat bulan, dari pemasangan badan perahu hingga pemasangan mesin perahunya,“ kata Warya, pembuat kapal tradisional Tegal, kepada Cendana News, di Pantai Larangan, Kramat, Tegal, Selasa (11/9/2018).
Warya membeberkan tiga syarat utama dalam pembangunan kapal, yakni: keapungan, kekuatan dan stabilitas. “Ketiganya harus dipenuhi, agar kapal layak berlayar,“ bebernya.
Dalam membuat kapal, Warya bekerja hanya berdua dengan seorang temannya. Ada pun pembuatan kapal tradisionalnya tergantung pesanan, dengan seharga Rp250 juta.
“Untuk membuat satu kapal membutuhkan kayu 25 kubik. Kalau tidak ada pesanan pembuatan kapal, saya memperbaiki kapal-kapal yang rusak,“ ujarnya.
Warya mengaku sudah lama menekuni pekerjaan sebagai pembuat kapal tradisional. “Alhamdulillah, hasilnya lumayan untuk menafkahi anak istri,“ tuturnya.
Menurut Warya, bahan pembuatan kapal terdiri dari kayu jati, paku, baut, gelam, dan cat.
“Saya memakai kayu jati, karena bagus kayunya, tidak cepat tenggelam, luar basah dalamnya bisa kering,“ ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa gelam adalah kulit kayu yang diselipkan antarpapan kayu, agar rapat dan kapalnya tidak bocor.
Warya berharap, usahanya bisa maju berkembang, karena itu ia butuh bantuan modal sehingga dirinya bisa membuat kapal tanpa mengandalkan pesanan. “Kalau ada modal, meski tidak ada pesanan, saya tetap bisa membuat kapal,“ harapnya.
Baca Juga
Lihat juga...