Pemdes di Pesisir Selatan Diminta Fokus Kepentingan Masyarakat

Editor: Koko Triarko

221
Bupati Pesisir Selatan Hendrajon/Foto: M. Noli Hendra
PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, meminta kepada Pemerintah Nagari, supaya fokus terhadap program yang mendahulukan kepentingan masyarakat.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan program yang bisa dilakukan untuk kepentingan masyarakati itu seperti Gerakan Masyarakat Sehat, Kawasan Rumah Pangan Lestari, Pengembangan Produk Unggulan Nagari, Bedah Rumah Tidak Layak Huni, Penanganan Gizi Buruk, Pemberian Makanan Tambahan Untuk TK dan PAUD.
Namun, Hendrajoni menyarankan kepada Wali Nagari untuk membuat sebuah program pelatihan UP2K, Pelatihan dan Bulan Bakti Dasawisma, PAUD dan BKMT, fasilitasi dan kerja sama antara Pendamping Profesional P3MD dengan TP PKK Kabupaten, Kecamatan dan Nagari.
“Pada momen Musrenbang sangat penting untuk menformulasikan program dan kegiatan, baik tingkat nagari, kecamatan maupun perangkat daerah untuk tahun 2019 mendatang,” katanya, Jumat (7/9/2018).
Menurutnya, saat seluruh program dan kegiatan dikerjakan dengan fokus dan tuntas, maka akan mendapatkan hasil yang nyata. Ia menegaskan, juga tidak ingin ada kegiatan yang naik di jalan. Untuk itu, kepada Wali Nagari diharapkan dapat menampung segenap aspirasi yang berkembang di masyarakat pada berbagai bidang.
“Tentang Musrenbang itu, bisa dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat nagari, kecamatan hingga kabupaten. Agar saling berkoordinasi dan dalam pengerjaannya memiliki satu pemikiran yang sama,” ucapnya.
Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan dalam mengawal proses perencanaan akan terlihat dari seberapa banyak usulan-usulan yang dirumuskan pada Musrenbang yang tertampung dalam APBD. Maka, perlu fokus dalam menjalankan program-program tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, kini beberapa indikator makro pembangunan daerah juga memperlihatkan tren peningkatan yang berkesinambungan. Indeks pembangunan manusia diharapkan terus meningkat, termasuk pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan diturunkan, rata-rata lama sekolah pada kurun waktu yang sama meningkat, optimalisasi potensi pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata terus berlanjut.
“Kepada setiap aparatur dari segela level, diminta untuk serius bekerja mengurus kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Hal ini sudah menjadi komitmen bersama dalam mewujudkan Pessel maju dan sejahtera,” ucapnya.
Ia menegaskan, demi kepentingan masyarakat yang menjadi prioritas pembangunan seperti pembangunan pasar yang representatif, sarana pendidikan, kesehatan, infrastruktur ekonomi dan lainnya, perlu melibatkan sejumlah pihak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Kabupaten Pesisir Selatan, Hamdi, juga mengatakan dalam melaksanakan pembangunan di tingkat nagari atau desa, kader desa juga memiliki andil dalam melahirkan ide dan inovasi terhadap kemajuan pembangunan yang akan dilaksanakan.
Hal ini karena melalui ide dan inovasi tersebut, akan didapatkan banyak informasi yang bisa atau cocok dipraktikkan pada masing-masing desa atau nagari, termasuk juga dalam meningkatkan kualitas penggunaan dana sesuai kebutuhan masyarakat nagari.
“Program Inovasi Desa (PID) merupakan program yang dipetik dari hasil karya desa-desa yang didayagunakan sebagai pengetahuan secara meluas. Maka, kepada kader desa diperlukan keterlibatannya dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, bahwa PID juga bagian dari upaya untuk memberikan kesempatan kepada desa atau nagari, supaya dapat berinovasi dalam mengembangkan pembangunan, sehingga diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara pastisipatif dalam memaksimalkan penggunaan dana desa.

“Kepada kader-kader desa juga bisa memberikan motivasi, serta berkreatif melahirkan ide dalam membangun dan memajukan nagari untuk ke depanya,” tegasnya.
Baca Juga
Lihat juga...