Pemko Sawahlunto Fokus Wujudkan Kota Wisata Edukasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

227

PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, meminta Walikota dan Wakil Walikota Sawahlunto yang baru dilantik, Deri Asta dan Zohirin Sayuti, fokus membangun kinerja ke peningkatan pariwisata yang ada di daerah tersebut.

Ia menyebutkan, Sawahlunto memiliki potensi pariwisata yang dapat dikembangkan. Hal ini mengingat, Sawahlunto tengah diusulkan sebagai salah satu daerah warisan budaya dunia.

“Dengan adanya warisan budaya dunia itu akan dapat menjadikan Sawahlunto salah satu tujuan wisata populer oleh wisatawan yang datang ke Sumatera Barat. Potensi wisata yang dimaksud itu, kawasan Tambang Batu Bara Ombilin,” katanya, Senin (17/9/2018).

Irwan melihat, Sawahlunto juga dapat menjadikan daerah wisata edukasi sejarah. Karena Sawahlunto, merupakan daerah yang sangat bersejarah dari perjalanan bangsa Indonesia, terutama tentang tambang batu bara di daerah tersebut.

“Wisata dukasi sejarah dapat dilakukan. Lokasi wisata di Sawahlunto itu banyak bangunan tua peninggalan zaman dulu, dan hal ini menarik untuk dikunjungi,” ungkapnya.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno/Foto: M. Noli Hendra

Tak hanya itu, objek wisata lain juga ada di Sawahlunto. Di antaranya, Danau Biru yang merupakan bekas penggalian tambang, Puncak Cemara, Kawasan Silo Sawahlunto, Museum Gudang Ransoem dan lainnya.

Untuk itu, Pemko Sawahlunto diharapkan dapat menggali potensi itu, sebagai salah satu daya tarik untuk pariwisata. Apalagi, pariwisata ini dapat mendorong investor untuk berinvestasi di Sawahlunto.

“Daya tarik pariwisata ini dapat menjadi modal Sawahlunto untuk menarik investor guna mengembangkan pariwisata daerah ini. Banyak yang bisa diwujudkan investor untuk mendukung kemajuan pariwisata Sawahlunto, di antaranya pembangunan resort atau hotel,” sebutnya.

Gubernur juga mengharapkan, tidak ada pergantian pejabat atas dasar suka atau tidak suka maupun karena tim sukses.

“Mudah-mudahan tidak ada pergantian pejabat. Namun, jika ada yang diganti carilah yang memang profesional, yang bagus biarkan tetap. Contohnya, saya kalahkan petahana saat pemilihan gubernur 2010, tidak ada yang diganti. Tapi mari sekarang fokus membangun daerah, melalui potensi wisata yang ada,” ujarnya.

Seorang pengunjung tengah memasuki lubang tambang Sawah Luwung di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat/Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu, pihak PT. Bukit Asam yang merupakan Badan Usaha Milik Nagari (BUMN) yang mengeksplorasi batu bara di Sawahlunto, kini tengah mengupayakan bekas tambang jadi lokasi wisata dan sekaligus jadi lokasi praktik lapangan para mahasiswa pertambangan.

Pengawasan Keselamatan Kerja Unit Pertambangan Ombilin PT. Bukit Asam, Iqbal, menyatakan saat ini yang tengah dipersiapkan jadi area wisata ialah lokasi pertambangan di Sawah Luwung.

Sebelum hadirnya Sawah Luwung itu, di Sawahlunto juga telah sukses dengan objek wisata lubang tambang Mbah Suro. Untuk itu, kini Sawah Luwung akan disulap sebagai objek wisata baru di Sawahlunto.

Setidaknya, ada dua objek wisata baru yang akan diberi nama dengan objek wisata tambang Sawah Luwung. Lubang Lurah Sapan ini diklaim tidak hanya sebagai tempat tujuan destinasi semata. Namun juga akan dijadikan sebagai tempat pendidikan, terutama untuk siswa dan mahasiswa jurusan pertambangan.

“Untuk pengembangan Sawah Luwung dan lubang Lurah Sapan, menjadi destinasi edukasi, tak lain bertujuan agar generasi penerus bangsa dapat lebih memahami dan mengetahui seluk beluk tentang tambang batu bara. Khususnya tambang lubang dalam, yang tentu saja memiliki risiko kecelakaan paling tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, untuk lokasi, Sawah Luwung dan lubang Lurah Sapan tak terlalu jauh dari pusat kota Sawahlunto. Kira-kira hanya berjarak tempuh sekitar 20 menit. Tepatnya berada di Desa Rantih, Kecamatan Talawi, Sawahlunto.

Baca Juga
Lihat juga...