Pemkot Denpasar Edukasi Rabies

Editor: Koko Triarko

179
DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura bersinergi dengan Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) wilayah Bali serta Yayasan BAWA Bali, menyelenggarakan Latihan Bersama (latber) Anjing Sehat dan Sosialisasi Rabies, di Lapangan Parkir Utara Taman Kota Lumintang, Minggu, (30/9/2018).
Uniknya, anjing-anjing yang dimiliki para Dog Lover (Pecinta Anjing) dirias dan mengenakan kostum atau pakaian yang senada dengan pemiliknya. Semua anjing ini akan mengikuti latihan bersama yang dilombakan pada hari Minggu, ini, dalam rangka memperingati Hari Rabies.
Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, I Gede Ambara Putra, saat ditemui mengatakan, walaupun Kota Denpasar selama tiga tahun berturut-turut sudah dinyatakan bebas rabies, namun hal-hal seperti ini akan tetap dilaksanakan, agar anjing di Kota Denpasar, sehat.
Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, I Gede Ambara Putra.-Foto: Ist.
Kontes anjing dan sosialisasi rabies ini pertama diadakan. Selain kontes, anjing-anjing yang akan divaksin dan disterilisasi maupun kastrasi bisa langsung dilakukan. Khusus kastrasi dan sterilisasi  diperuntukkan untuk anjing lokal secara gratis.
“Selain itu, kita juga mengedukasi masyarakat, cara memelihara anjing yang baik  dan meminta agar masyarakat tidak membuang anjing secara sembarangan. Jika punya anjing dan tidak bisa memelihara sendiri, agar menghubungi Dinas Peternakan atau yayasan yang peduli anjing,” kata Ambara.
Sekretaris Umum Perkin wilayah Bali,  Anak Agung Oka Ambara, mengatakan, acara ini juga sebagai ajang pemanasan sebelum digelar iven dog show. Ada tiga jenis lomba yang dilaksanakan, yaitu lomba anatomi, diikuti semua trah, baik kecil, sedang, maupun menengah. Lomba makan dan juga lomba fashion show.
“Tujuannya agar anjing Bali semakin berkualitas dan terlatih. Khusus untuk persyaratan lomba anatomi, anjing harus memiliki stambum dan ada tingkatan kelas, yaitu tiga sampai enam bulan, enam sampai sembilan bulan, sembilan sampai 12 bulan, 12 sampai 15 bulan, 15 sampai 18 bulan dan di atas 18 bulan,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, bahwa Bali punya anjing ras asli Bali, yaitu anjing Kintamani. “Berbanggalah karena tahun ini Anjing Kintamani sudah diakui dunia untuk yang warna putih, anggrek atau loreng, dan hitam, ” katanya.
Ada pun untuk peserta yang mengikuti lomba ini, lebih dari 50 ekor anjing. Sementara, tercatat sampai siang ini 22 ekor anjing yang divaksin rabies dan 18 ekor anjing yang disterilisasi.
Salah seorang peserta Dog Lover, Laksmi, asal Ubung, Denpasar, yang merupakan pemilik anjing ras jenis Samoyed, mengatakan, ini pertama kalinya ia mengikuti kontes anjing.
“Ini anjing saya jenis samoyed. Umurnya baru enam bulan dan ikut dalam lomba makan kategori anjing sedang”, katanya.
Ia mengatakan, dalam merawat anjing, sama seperti menyayangi anak, karena jika manusia sayang sama anjing, maka anjing pun akan setia. Laksmi juga mengajak semua orang untuk mencintai semua ras anjing. Apalagi, anjing lokal mesti dilestarikan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar, karena sudah memfasilitasi acara ini.
Baca Juga
Lihat juga...