Pemprov Berkomitmen Jakarta Bebas Stunting

Editor: Makmun Hidayat

259

JAKARTA —- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan stunting merupakan salah satu permasalahan yang harus mendapatkan perhatian khusus.

Menurutnya, di Jakarta masih ada anak-anak yang mengalami gizi buruk. Stunting atau kekurangan gizi adalah salah satu masalah yang paling mendasar yang harus diselesaikan. Di mana prevelensi stunting di perkotaan memang lebih rendah dibanding di pedesaan. Di perkotaan 32 persen dan di pedesaan sampai 42 persen. Apalagi, saat ini di Jakarta tercatat ada 27 persen penduduk yang mengidap stunting.

“Tapi yang lebih mengkhawatirkan, di Jakarta meskipun di bawah rata-rata nasional, kita ini masih 27 persen. Angka ini harus kita kurangi. Harusnya di Jakarta sudah tidak ada lagi anak yang stunting,” ucap Anies di Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

Menurut dia, persoalan stunting merupakan hal mendasar yang harus diselesaikan setiap pemimpin daerah. Anies menuturkan, Pemprov DKI telah mempersiapkan program yang fokus pada pemberdayaan sumber daya manusia, termasuk meningkatkan gizi untuk mencegah stunting.

“Jadi, nanti kita pastikan program-program pemberian makanan tambahan, inisiasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif, dan berbagai macam kegiatan lainnya kita laksanakan di Jakarta. Tapi kita harus kerjakan sama-sama, pemerintah dan masyarakat,” tuturnya.

Kemudian dia berjanji programnya ke depan akan fokus pada pemberdayaan sumber daya manusia termasuk meningkatkan gizi untuk mencegah stunting.

“Meski di bawah rata-rata nasional, Jakarta masih 27 persen, di Jakarta tidak boleh ada stunting. Nanti akan ada program-program lintas kedinasan. Nanti akan kita pastikan ada intervensi gizi spesifik secara serius kita tuntaskan,” sebutnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Anies, melalui Dinas Kesehatan akan membuat program untuk memastikan gizi anak-anak sudah tercukupi, maka angka stunting bisa terus ditekan bahkan dihilangkan.

Program yang dimaksud seperti pemberian makanan tambahan. Namun stunting itu tidak akan berhasil tanpa ikut campur dari peran kedua orangtua untuk memastikan konsumsi dari asupan anak.

“Sering kita temui kenyataan di lapangan bahwa terkadang kita merasa tinggal di perkotaan, (merasa) makanannya sudah cukup, rasanya aman dari problem stunting, ternyata tidak. Dalam kenyataannya kita harus lebih serius melihat makanan dan asupan yang diberikan kepada anak terutama di 1000 hari pertama kehidupan,” ujar Anies.

Selain pemberian makanan tambahan, Pemprov DKI Jakarta menekankan soal pemberian asi ekslusif selama dua tahun karena dianggap memiliki kebutuhan tinggi untuk pertumbuhan anak sedari dini. Berbagai macam kegiatan lainnya nanti juga akan dilaksanakan di Jakarta, tapi harus dikerjakan bersama baik pemerintah dan masyarakat. Sebagai ibu kota Indonesia, Anies optimis Jakarta bisa bebas stunting.

“Insya Allah nanti di tahun-tahun yang akan datang kita akan lihat statistik lagi. Kalau hari ini di Jakarta tahun-tahun terakhir ini ada 27 persen (kasus stunting), insyaAllah temuan berikutnya lagi, saat itu kita bisa katakan bahwa Jakarta sudah bebas stunting,” harapnya.

Dengan adanya acara ini Anies menyambut baik adanya gerakan masyarakat untuk mengikis angka stunting di Indonesia. Menurutnya, angka stunting di perkotaan jauh lebih kecil daripada di pedesaan. Namun hal tersebut tidak boleh didiamkan dan harus ada upaya untuk mengurangi. Dia menyebut, angka stunting 27 persen di Jakarta masih tergolong tinggi.

“Kita menyadari bahwa ini masalah mendasar yang tidak boleh dibiarkan lewat tanpa diselesaikan. Ada banyak masalah di hadapan kita tapi masalah stunting adalah salah satu masalah yang paling mendasar yang harus kita bereskan,” paparnya.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta Fery Farhati Ganis yang tak lain istri Anies Baswedan, menegaskan bahwa dengan membenahi Posyandu, memastikan setiap meja yang ada di Posyandu dilewati dengan benar, serta terintegrasi dengan 10 program PKK, maka masalah stunting di Jakarta bisa dituntaskan.

Fery berpesan kepada seluruh Ibu di Jakarta untuk senantiasa membahagiakan anak dengan memberikan gizi yang baik dan menstimulasi anak dengan baik pula, serta selalu rutin memeriksakan tumbuh kembang anak di Posyandu terdekat.

Diketahui, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan dia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan kebutuhan gizi anak.

Selain itu stunting terjadi di mulai dari janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Baik itu tidak diberikan ASI eksklusif maupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam, Menskes Nila F Moeloek, Menteri PPN Sofyan Djalil, Gubernur Banten Wahidin Halim.

Baca Juga
Lihat juga...