Pemuda Garda Depan Atasi Perubahan Iklim

244
PBB -Dok: CDN

PBB – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (11/9) mengatakan bahwa dengan ancaman langsung perubahan iklim umat manusia, generasi muda mesti memperjuangkan masa depan mereka dan pemimpin global mesti “bangkit” untuk memelopori kegiatan tersebut.

“Perubahan iklim adalah masalah nyata massa kita, dan kita berada pada saat yang menentukan,” kata Guterres, Rabu malam.

“Kita menghadapi ancaman nyata langsung. Perubahan iklim bergerak lebih cepat daripada kita. Jika kita tidak mengubah jalur sampai 2020, kita menghadapi resiko kehilangan pusat yang bisa kita hindari, perubahan iklim yang tidak terkendali, dengan konsekuensi bencana buat rakyat dan seluruh sistem alam yang menunjang kita,” kata Guterres di dalam pidato utama di Markas Besar PBB di New York. Ia menjabarkan ancaman bagi generasi masa depan.

“Itu sebabnya mengapa, hari ini, saya menyeru para pemimpin dari politisi sampai pemimpin, dari pengusaha sampai ilmuwan, dan dari masyarakat di mana saja. Kita harus menembus kelumpuhan ini. Kita memiliki alasan keuangan dan moral untuk bertindak. Kita memiliki alat untuk membuat tindakan kita efektif,” ujarnya. Dalam 10 tahun ke depan, dunia akan menanam modal sebanyak 90 triliun dolar AS dalam prasarana.

“Kita harus memastikan itu berkelanjutan atau kita akan terpaku pada masa depan yang berbahaya dan penuh polusi, dan agar itu bisa terjadi, para pemimpin dunia perlu bertindak,” katanya.

Guterres menyeru masyarakat sipil dan pemuda khususnya untuk bertindak bagi aksi iklim. “Marilah kita memanfaatkan tahun depan bagi keputusan perubahan di ruang rapat, kamar mewah eksekutif dan parlemen di seluruh dunia. Marilah kita tingkatkan pandangan kita, membangun koalisi dan membuat pemimpin kita mendengarkan.”

Ia menyatakan sudah tiba waktunya bagi para pemimpin untuk memperlihatkan mereka peduli mengenai orang yang nasib mereka berada di tangan mereka. Kita memerlukan mereka untuk memperlihatkan mereka peduli pada masa depan dan bahkan pada saat ini.

“Itu sebabnya mengapa saya sangat senang memiliki kehadiran pemuda yang sangat kuat hari ini,” kata Guterres. “Penting bahwa masyarakat sipil pemuda, kelompok perempuan, sektor swasta, masyarakat agamis, ilmuwan dan gerakan masyarakat madani di seluruh dunia menyeru pemimpin mereka agar bertanggung-jawab.” Pemimpin PBB itu, secara khusus, menyeru pemimpin gerakan perempuan dan memuji mereka.

“Ketika perempuan diberdayakan untuk memimpin, mereka menjadi pengendali penyelesaian. Tak kurang dari masa depan kita dan nasib umat manusia tergantung atas cara kita bangkit menghadapi tantangan iklim,” katanya.

“Itu mempengaruhi setiap sisi pekerjaan PBB. Mempertahankan pemanasan planet kita tetap di bawah dua derajat penting bagi kemakmuran global, kesejahteraan rakyat dan keamanan bangsa.”

Guterres juga mengatakan bahwa penting bagi negara kaya untuk membantu negara miskin, yang menanggung beban perubahan iklim, yang kebanyakan telah diarahkan kepada negara kaya dan industri.

“Tak ada waktu lagi untuk disia-siakan,” katanya. “Sebagaimana diperlihatkan oleh keganasan kebakaran hutan pada musim panas ini dan gelombang panas, dunia berubah di depan mata kita. Kita bergerak ke arah pinggir jurang. Belum terlambat untuk mengubah jalur, tapi setiap hari jalur itu berarti dunia sedikit bertambah panas dan tebusan atas kepasifan kita meningkat.”

“Setiap hari kita gagal bertindak adalah hari kita melangkah lebih dekat ke arah nasib yang tak seorang pun dari kita inginkan nasib yang akan bergema dari generasi ke generasi dalam kerusakan yang dilakukan terhadap umat manusia dan kehidupan di Bumi,” kata Guterres.

Pemimpin PBB itu berjanji akan menyampaikan seruan yang sama pada pertemuan tahunan negara kaya di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB, mulai 25 September.

Ia sudah menjadwalkan pertemuan puncak perubahan iklim pada September 2019. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...