Penangkaran Penyu Jadi Daya Tarik Baru Pantai Minang Rua

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

188

LAMPUNG — Keindahan pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan masih menjadi daya tarik bagi sejumlah wisatawan lokal Lampung serta dari pulau Jawa. Keindahan alam yang tersaji menawarkan pesona pantai berpasir putih, spot air yang jernih di Green Canyon.

Air terjun Curug Minang Rua, Goa Lalai serta spot terbaru lokasi penangkaran penyu laut jenis penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea Vandelli) yang dilindungi. Wisata edukasi konservas menjadi daya tarik bagi masyarakat yang berkunjung, terutama generasi muda.

Lokasi yang cukup mudah dijangkau, dari pelabuhan Bakauheni berjarak sekitar 7 kilometer,  dengan waktu tempuh setengah jam dan dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Gusti Winata (27), anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Minang Rua Bahari membeberkan, semula hanya menawarkan pantai menghadap ke Selat Sunda. Pada kurun dua tahun terakhir, penyu laut sering bertelur di sekitar pantai dan berpotensi terinjak wisatawan.

Pokdarwis selanjutnya melakukan penyelamatan. Setelah proses penetasan, selanjutnya anak penyu atau dikenal dengan tukik akan dilepasliarkan ketika memasuki usia yang dapat bertahan hidup di perairan.

“Sekarang lokasi penetasan penyu sudah dibuatkan lokasi khusus meliputi penetasan, pembesaran dengan peralatan khusus agar tukik yang menetas seperti berada di habitat aslinya,” terang Gusti Winata saat ditemui Cendana News.

Kepedulian akan konservasi penyu juga mendapat dukungan dari perusahaan swasta dan pemerintah sehingga keberadaannya menjadi daya tarik wisata bahari.

Pada September ini, ada sekitar 400 telur lebih yang ditetaskan. Penemuan telur di lokasi berbeda di sekitar pantai membuat proses penetasan tidak bersamaan.

“Tahapan tahapan ini yang kerap ingin diketahui wisatawan sehingga kita harus bisa menjelaskan sejarah awal penangkaran, cara perawatan hingga pelepasan ke habitat aslinya,” terang Gusti Winata.

Pengunjung pantai Minang Rua, Novi (30) yang mengajak serta anaknya serta sejumlah wisatawan lain mengaku baru pertama kali melihat bayi penyu (tukik). Sebelumnya hanya melihat melalui buku dan televisi.

“Saya kerap berkunjung ke sejumlah pantai di Lampung Selatan namun baru melihat penangkaran penyu di pantai Minang Rua,” beber Novi.

Sejumlah orangtua yang mengajak anak usia sekolah dasar bahkan mengabadikan momen saat berkunjung. Nana (36) mengajak anaknya yang duduk di kelas 6 SD berfoto di lokasi penangkaran sekaligus melihat kelucuan tukik yang berenang dan bersembunyi di bawah batu karang yang ditempatkan di tengah kolam pembesaran.

“Berkunjung ke pantai Minang Rua cukup mengesankan karena  tidak hanya menikmati pantai belaka namun bisa mengajak anak belajar mengenal satwa dilindungi,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...