Pencemaran, Ribuan Ikan Sapu-sapu di Kali Bekasi, Mati

Editor: Satmoko Budi Santoso

450

BEKASI – Ribuan ikan sapu-sapu ditemukan mati di Kali Bekasi, yang berbatasan langsung dengan Curug Parigi, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor. Ribuan ikan itu diduga keracunan limbah yang sengaja dibuang di sekitar kali Cileungsi.

Penemuan pertama kali oleh warga dari Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), di sekitar Curug Parigi. Dari hasil penemuan itu langsung dilakukan penelusuran dan ribuan ikan sapu-sapu telah mengapung mati di Kali Bekasi sekitar Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi.

“Ribuan ikan sapu-sapu itu ditemukan kemarin, saat ditemukan kondisi air sungai dari Kali Bekasi sampai di jembatan Wika Cileungsi menghitam dan tercemar. Tetapi siapa pelaku pencemaran kami belum tahu,” kata Ketua KP2C Puarman, ditemui di kediamannya, Kamis (13/9/2018).

Tim DLH Kota Bekasi mengambil sampel pencemaran di Kali Bekasi. (Foto Ist)

Dikatakan, saat kejadian langsung diambil video dan dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), merespon dengan mengirim dua tim dari Direktorat Jenderal Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Yulianto dan Zainal Abidin.

Menurutnya dengan ditemukan ribuan ikan sapu-sapu mengambang akibat keracunan, artinya pencemaran di Kali Bekasi-Cileungsi cukup memprihatinkan. Harus ada tindakan tegas dari semua pihak untuk memberikan efek jera.

“Ikan sapu-sapu ini, diketahui cukup tahan dengan kondisi air apa pun. Tapi sampai mati begini, artinya pencemaran yang dilakukan oknum tertentu cukup memprihatinkan. Kejadian ini sudah kerap terjadi di Kali Cileungsi karena belum ada tindakan tegas dari pemangku kebijakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Puarman juga mengatakan, jika tim KP2C, bersama tim dari KLH RI, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi yang hadir meninjau langsung kondisi Kali Bekasi, langsung melakukan susur sungai menuju ke hulu untuk melihat sumber pencemaran.

“Dari Curug Parigi Bantargebang, tim melakukan susur sungai dari hulu menuju ke hilir. Susur sungai dimulai dari Jembatan Wika, air terlihat masih bening, tetapi sampai ke Jembatan Cikuda Kecamatan Kelapa Nunggal air mulai menghitam. Di kawasan ini diketahui banyak sekali pabrik dan lainnya yang berada di sekitar sungai,” jelas Puarman.

Tim KLH RI dan DLH Kota Bekasi, imbuhnya, saat ini sudah melakukan pengambilan sampel air, untuk dilakukan uji lab. Diharapkan, ada tindakan konkrit atas kondisi Kali Bekasi, Cileungsi yang langsung terkena dampak dari pencemaran.

Baca Juga
Lihat juga...