Pengembangan Jasa Keuangan Syariah Percepat Pembangunan

123
Ilustrasi - Dok CDN

JAMBI  – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, mengatakan, pemerintah daerah itu berkomitmen mendukung pengembangan sektor jasa keuangan syariah sehingga memberikan dorongan percepatan pembangunan di daerah itu.

Fachrori di Jambi, Minggu, mengatakan, pengembangan perbankan dan keuangan syariah di Provinsi Jambi saat ini sudah berdampak pada perkembangan sektor bisnis syariah lainnya. Untuk itu diperlukan sinergi satu sama lain agar dapat saling mendukung serta membangkitkan potensi ekonomi yang belum tersentuh.

“Kita bisa melihat pelaku usaha non keuangan mulai memperlihatkan pertumbuhan bisnis menggunakan prinsip syariah secara signifikan dalam periode 10 tahun terakhir,” kata Fachrori.

Saat membuka Jambi Syariah Expo 2018 di Hall Mall WTC Kota Jambi yang digelar 8-10 September itu, Fachrori mengatakan, ada beberapa bisnis yang telah menggunakan prinsip syariah seperti islamic fashion, produk makanan halal, obat-obatan, kosmetik, hotel, restoran dan syariah tourism.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor antarlembaga keuangan syariah dan kerjasama dengan sektor riil syariah, memiliki potensi yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah, sehingga dapat lebih meningkatkan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.

Jambi Syariah Expo 2018 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi bertema “Halal Lifestyle” itu kata Fachrori merupakan salah satu upaya dalam mendorong pertumbuhan dan memperbesar pangsa pasar keuangan syariah, sehingga dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi pembangunan di Jambi.

“Saya juga mengharapkan, kegiatan ini bisa meningkatkan literasi keuangan syariah pada masyarakat secara luas dan meningkatkan loyalitas nasabah lembaga keuangan syariah, serta mendorong masyarakat menjadikan penggunaan jasa keuangan syariah sebagai ‘life style’,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto,mengatakan potensi ekonomi syariah di dunia sangat besar, namun Indonesia hanya sebagai pasar dan pengguna saja.

“Kita harus terus berusaha untuk menjadi produsen karena potensinya sangat besar sekali, ada kuliner, fashion, kosmetika dan produk makanan halal,” kata Bayu.

Bayu menjelaskan, pada triwulan II tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi berada pada angka 4,7 persen dengan tingkat inflasi sebesar 3,48 persen, sehingga itu menjadi lingkungan yang bagus untuk pengembangan ekonomi syariah serta didukung oleh struktur demografi Provinsi Jambi yang didominasi oleh generasi muda dengan persentase 68 persen berusia 15 hingga 45 tahun.

“Saya berharap melalui kegiatan ini bisa lebih meningkatkan lagi literasi keuangan syariah dan inklusi keuangan syariah di Jambi. Oleh sebab itu kegiatan ini kita selenggarakan ditengah keramaian dengan tujuan agar masyarakat umum lebih mengetahui terkait jasa keuangan syariah,” kata Bayu. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.