Pengentasan Kemiskinan Dimulai dari Pemberdayaan Keluarga

Editor: Makmun Hidayat

182

PADANG — Penyebab terjadinya kemiskinan tidak terlepas dari kondisi ekonomi keluarga yang melemah. Hal inilah yang dibantu oleh Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Melalui perannya, persoalan kemiskinan dapat mengentaskan kemiskinan, terutama bagi Sumatera Barat.

Posdaya yang turut dibina oleh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat, menjalankan sejumlah kegiatan yang diimplementasikan ke kepada keluarga kurang mampu.

Ketua Umum LKKS Provinsi Sumatera Barat, Nevi Zuairina, menyatakan Posdaya memiliki peran besar dan jadi harapan pemerintah untuk membantu dan membimbing keluarga kurang mampu, hingga ke pelosok daerah. Hal ini lah yang terus diupayakan LKKS, supaya Posdaya bisa terkoordinir dengan baik.

“Kita di LKKS sering melakukan penguatan peran Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Posdaya dalam penanggulangan kemiskinan dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial di daerah. Banyak hal juga yang telah dilakukan oleh Posdaya,” katanya, Minggu (16/9/2018).

Ia menjelaskan dalam menjalankan Posdaya ada empat pilar yang merupakan program yang harus dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan, yaitu pilar pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

Menurutnya, untuk mengentaskan kemiskinan itu tidak cukup untuk menjalankan peran di pilar ekonomi saja. Tetapi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan, perannya juga perlu dijalankan sebagai mengimbangi upaya, agar target mengentaskan kemiskinan itu terwujud.

“Kalau kondisi ekonomi memang menjadi poin utama untuk mengentaskan kemiskinan ini. Di Posdaya, untuk ekonomi ini, anggotanya dibina menjalankan usaha yang bersifat rumahan, atau UKM (Usaha Kecil Menengah),” sebutnya.

Bahkan ia menyebutkan, untuk membantu masyarakat kurang mampu itu, ada program dari Yayasan Damandiri yakni Tabur Puja (Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera). Namun untuk saat ini, Tabur Puja baru tersebar di Kota Padang dan Kabupaten Solok.

“Bagi yang belum terjangkau Tabur Puja, kita di LKKS ada menyalurkan sejumlah bantuan, melalui Banda Amil Zakat Nasional (Baznas). Hal ini dilakukan untuk membantu perekonomian keluarga mampu untuk bisa menjalankan usaha dalam hal membantu kondisi perekonomian,” ucapnya.

Untuk itu, LKKS melihat Posdaya menjadi upaya yang jitu untuk memberdayakan keluarga untuk mengangkat status sosial dari pra sejahtera menjadi sejahtera.

Nevi mengaku, jika tanpa adanya Posdaya akan sulit untuk menjangkau keluarga kurang mampu, karena daerah kurang mampu banyak ditemukan di daerah pelosok. Apalagi di Sumatera Barat, masih terdapat daerah tertinggal.

“Secara umum daerah tertinggal di Sumatera Barat itu tersebar di Kabupaten Mentawai, Pasaman Barat, dan Solok Selatan. Namun juga ada beberapa nagari/desa di kabupaten dan kota yang memiliki daerah tertinggal,” ungkapnya.

Nevi menegaskan LKKS akan fokus dan berkomitmen untuk membantu keluarga kurang mampu di Sumatera Barat, melalui dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Yayasan Damandiri, Baznas, dan sejumlah pihak lainnya.

Baca Juga
Lihat juga...