Penjualan Kayu Bakar di Lombok, Meningkat

Editor: Koko Triarko

1.424
LOMBOK – Musim tanam tembakau tidak saja menguntungkan petani dan buruh dengan harga dan upah tinggi, namun juga bagi menguntungkan masyarakat penjual kayu bakar.
Pasalnya, hampir sebagian besar petani omprongan di Lombok melakukan proses pengomprongan dan pemanggangan daun tembakau yang masih hijau menggunakan kayu bakar dari berbagai jenis kayu.
“Rata-rata proses omprongan tembakau di Lombok menggunakan kayu bakar, makanya kayu bakar cukup laris dibeli petani omprongan untuk kebutuhan pemanggangan tembakau dalam gudang,” kata Sapri, penjual kayu bakar di Lombok Timur, Senin (10/9/2018).
Dikatakan, selama proses omprongan musim tembakau, kebutuhan kayu bakar bisa mencapai tiga hingga enam truk kayu untuk satu gudang omprongan.
Belum lagi petani pengomprong yang gudangnya lebih dari satu, kebutuhan kayu bakar bisa lebih. Itulah sebabnya kayu bakar selama musim tembakau banyak dicari.
“Kayu bakar yang kayunya keras seperti pohon asam dan beberapa jenis kayu lain paling banyak dicari untuk kebutuhan pemanggangan daun tembakau,” katanya.
Safwan, salah satu petani pengomprong mengatakan, kebutuhan kayu bakar tergantung isi gudang tempat pembakaran. Kalau isi gudang besar dan bisa menampung daun tembakau basah sampai tiga ton, kebutuhan kayu bakar untuk proses omprongan lebih banyak.
“Untuk harga kayu bakar sendiri, tergantung jenis kayu, kalau kayu keras, satu truk harga bisa mencapai Rp2 juta, sementara kayu bakar yang lunak, harga satu truk paling Rp1,3-1,5 juta,” katanya.
Lihat juga...