Penyelengaraan Festival Tiga Gunung Dikritisi

Editor: Mahadeva WS

300

LEWEOLEBA – Jalan-jalan di dalam Kota Leweoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, banyak yang masih berlubang. Apalagi untuk jalan yang penghubung antar kecamatan di Kota Lewoleba.

Warga Lewoleba kabupaten Lembata Yohanes Kia Nunang.Foto : Ebed de Rosary

Termasuk jalan utama menuju destinasi wisata, tempat diselenggarakan festifal tiga gunung. “Soal festival tiga gunung yang menelan biaya hampir Rp17 Miliar, lebih baik dana sebesar itu diprioritaskan untuk bangun satu infrastruktur jalan di dalam kota dan menuju ke destinasi wisata, agar wisatawan merasa nyaman mengunjungi tempat wisata tersebut,” ujar Yohanes Kia Nunang, Warga Lewoleba, Selasa (25/9/2018).

Kia Nunang menyebut, di Kecamatan Nubatukan, yang masuk wilayah Kota Lewoleba, setiap ruas jalan yang ada masih berlubang dan berdebu. Hal itu disebutnya, memalukan jika dilihat wisatawan. “Saya sebagai putra Lembata, merasa malu ketika ada teman mahasiswa datang di Lembata, dan ingin ke destinasi wisata, termasuk ke Lamalera dan daerah lainnya. Mereka selalu mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah,” tandasnya.

Lembata yang sudah 20 tahun menjalani otonomi daerah, disebutnya, proses pembangunannya berjalan di tempat, bahkan berjalan mundur. Kabupaten Lembata kalah dari kabupaten lain, yang sudah semakin maju dalam pembangunan infrastruktur jalan. “Secara pribadi, saya dukung program Pemerintah Lembata soal pariwisata, tapi harus dibangun dari dasar dulu, infrastruktur dulu, agar para turis mancanegara atau wisatawan lokal bisa betah bahkan selalu datang mengunjungi Lembata,” tambahnya.

Penyelenggaraan festival tiga gunung, harus dilakukan secara visioner. Dampak atau hasilnya secara ekonomi untuk masyarakat Lembata harus ada. Penyelenggaraanya tidak boleh hanya sekedar mencari sensasi, atau mencari popularitas dan simpati orang. “Pemerintah harus mengundang semua tokoh masyarakat dan DPRD Lembata untuk membicarakan bagaimana agar wajah Kabupaten Lembata lebih baik dan pembangunan infrastruktur dasar untuk kepentingan masyarakat bisa terlayani seperti air, jalan dan listrik,” ungkapnya.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur menyebut, Festival Tiga Gunung diselenggarakan dengan target, kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun lokal bisa mencapai 15 ribu orang. Jumlah tersebut hanya untuk sebulan penyelenggaran festival yang berlangsung di September 2018 ini. “Untuk menyediakan festival, Pemkab Lembata sudah menganggarkan dana Rp15 miliar di APBD 2018. Juga ada tambahan dana dari Kemenpar sekitar Rp1,2 miliar,” jelasnya.

Dana tersebut digunakan untuk promosi, pengembangan pariwisata, dan pembangunan, yang mendukung even tersebut. Dampaknya, Lembata akan memiliki lebih banyak potensi wisata yang bisa dijual. “Tiga gunung yang akan dijual ini memiliki keunikan masing-masing, selain beberapa destinasi wisata lainnya yang telah mendunia seperti penangkapan ikan paus di Lamalera,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...