Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Seruyan Belum Optimal

158
Ilustrasi -Dok; CDN
KUALA PEMBUANG – Penyerapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, hingga saat ini belum optimal, karena kendala kualitas sumberdaya manusia yang belum siap dan minim keterampilan.
“Jadi, bukan karena pihak investor atau perusahaan enggan untuk mengambil tenaga kerja lokal, namun memang saat ini kondisinya belum memungkinkan. Kami terlebih dulu harus melakukan pembenahan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Seruyan, Wiktor T Nyarang, di Kuala Pembuang, Senin (24/9/2018).
Berdasarkan laporan yang diterima Disnakertrans Seruyan dari sejumlah perusahaan, penyerapan tenaga kerja lokal belum mencapai 20 persen dari total keseluruhan karyawan dari masing-masing perusahaan.
Sejumlah perusahaan besar dihadapkan pada kendala tersebut, saat ingin mempekerjakan pekerja lokal.
Untuk itu, saat ini pemerintah kabupaten bersama DPRD setempat sedang membahas rancangan peraturan daerah tentang penyerapan tenaga kerja lokal, dengan perbandingan 50:50 dengan jumlah tenaga kerja asal luar daerah.
Wiktor menjelaskan, sebelum nantinya peraturan daerah tersebut selesai dibahas dan diterapkan, Pemerintah Kabupaten Seruyan harus terlebih dulu mampu meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki tenaga kerja lokal, agar mampu memenuhi kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
“Makanya, kami secara rutin menggelar pelatihan keterampilan di berbagai bidang, yang digelar di Balai Latihan Kerja di Seruyan. Dalam satu tahunnya, pelatihan dapat dilakukan tiga kali, bahkan lebih, tergantung anggaran yang kita terima,” ujarnya.
Kegiatan pelatihan tersebut meliputi keterampilan tentang kelistrikan, otomotif, mebeler dan sejumlah bidang lainnya. Peserta biasanya berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Seruyan, dengan kuota yang berbeda-beda.
Untuk merealisasikan penyerapan tenaga kerja lokal yang mencapai 50 persen, tambahnya, dari sisi kualitas memang masih merupakan rencana jangka panjang.
Namun, peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal, tetap harus terus dilakukan saat ini, meski secara bertahap.
Wiktor menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan, agar dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal di daerah sekitar perusahaan beroperasi.
Jika tidak dapat mempekerjakan untuk menjadi tenaga terampil atau posisi strategis, maka perusahaan dapat mempekerjaan sebagai tenaga lapangan.
“Selama ini, perusahaan terus membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah kabupaten, bahkan setiap ada penerimaan pegawai baru, mereka pasti melapor,” demikian Wiktor. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...