Penyesuaian Tarif PJP4U tak Pengaruhi Harga Tiket

Editor: Satmoko Budi Santoso

200

BALIKPAPAN – Tarif Pelayanan Jasa Pendaratan Penempatan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U), Check In Counter dan Garbarata di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan akan mengalami kenaikan. Penyesuaian tarif itu mulai berlaku pada 1 Oktober 2018 mendatang.

Kenaikan tarif mengacu Keputusan Kementerian Perhubungan RI PR.003/4/4 phb/2018 tanggal 21 September 2018 lalu. Terkait kenaikan tarif tersebut, bandara SAMS Sepinggan Balikpapan melakukan sosialisasi kepada airline dan sejumlah pelaku di bandara, Jumat (28/9/2018).

“Seharusnya dua tahun sekali dievaluasi dan paling prinsip adalah peningkatan pelayanan. AP I telah mengajukan penyesuaian tarif sejak Mei 2017 dan baru disetujui tahun ini,” ungkap General Manager PT Angkasa Pura 1 cabang Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Farid Indra Nugraha, usai sosialisasi.

General Manager PT Angkasa Pura 1 cabang Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Farid Indra Nugraha – Foto Ferry Cahyanti

Dia memastikan, penyesuaian tarif tidak berpengaruh terhadap harga tiket maskapai karena kenaikan yang tidak besar.

“24 persen tidak besar. Kalau itu tidak ditanggung bareng bersama pengguna akan membebani perusahaan sehingga jadi kewajiban bersama tentang pelayananan yang harus terus dipertahankan,” terang Farid.

Farid pun mengharapkan semua pengguna layanan kebandarudaraan tidak merasakan dampak karena telah diantisipasi pihak maskapai.

“Semua komponen sudah diperhitungkan dan diterapkan tarif baru pada akhir tahun karena jangan sampai mengganggu perekonomian negara kita,” sebutnya.

Vice President Aeronautical Business PT Angkasa Pura 1, Sulkan, menjelaskan penyesuaian tarif berlaku untuk 13 cabang bandara yang seharusnya dilakukan dua tahun sekali. “AP 1 belum pernah melakukan penyesuaian tarif sejak 2009,” ujarnya.

Disebutkannya, ada beberapa bandara yang dianggap merugi d iantaranya Bandara Sentani, Bandara Syukuran Aminuddin Amir di Luwuk, Bandara Komodo Labuan Bajo dan Bandara APT Pranoto Samarinda. “Karena tugas BUMN untuk meningkatkan perekonomian suatu daerah, mau tak mau kami lakukan,” tandasnya.

Untuk itu, penyesuaian tarif menjadi upaya AP 1 dalam meningkatkan fasilitas dan pelayanan terhadap maskapai dan penumpang. Tarif itu ditentukan oleh Kementerian Perhubungan untuk 13 cabang bandara AP1.

Dalam penyesuaian tarif tersebut, Sulkan menambahkan, telah melakukan konsultasi dengan Bank Indonesia. Kemenkomaritim juga memberikan rekomendasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat pengguna jasa.

“Menurut BI, tidak ada dampak inflasi. Sehingga proses ini terus berlanjut. Penyesuaian tarif juga disosialisasikan ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan semua bisa dipahami,” imbuhnya.

Baca Juga
Lihat juga...