Peringati World Clean Up, Warga Karanganyar Sisir Kali Samin

Editor: Makmun Hidayat

220

SOLO — Ratusan warga Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah hari ini turun ke Kali Samin, di lereng Gunung Lawu untuk memungut sampah yang berserakan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar Juliatmono tak lain untuk mensukseskan Hari Pemungutan Sampah Dunia (World Clean Up).

Di sela-sela kegiatan World Clean Up ini, bupati memberi penekan khusus kepada warga Bumi Intanpari untuk bertekad membersihkan sampah di manapun berada. Langkah itu menurutnya merupakan langkah awal untuk menciptakan Karanganyar bebas dari sampah. “Di Hari Pungut Sampah Dunia ini mari kita wujudkan Karanganyar bebas sampah,” kata Juliatmono kepada ratusan relawan

Guna mensukseskan World Clean Up, Karanganyar sebut bupati menerjunkan ratusan ribu relawan untuk memungut sampah. Mereka berasal dari kalangan poendidikan baik di tingkat TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, karyawan pabrik, buruh, ormas, pemuda, PKK serta pramuka dan berbagai komunitas serta relawan. World Clean Up merupakan wujud cinta terhadap Karanganyar dengan turut menjaga lingkungan agar tetap bersih, indah dan sehat.

Upaya menjaga dan mewujudkan Karanganyar itu sesuai dengan falsafah Tri Dharma Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyowo yang tak lain pendiri Bumi Intanpari. Yakni turut memiliki dengan menjaga Karanganyar dari kerusakan maupun sampah yang berserakan serta seluruh masyarakat wajib ikut mempertahkan serta mawas diri.

“Falsawah Raden Mas Said dengan Tri Dharma harus benar-benar tertanam pada diri kita. Rumangsa melu handarbeni (merasa ikut memiliki), wajib melu hangrungkebi (wajib ikut mempertahankan) dan mulat sarira hangrasa wani (berani bermawas diri),” tandasnya.

Bupati Karanganyar Juliatmono (kaos putih) memimpin langsung World Clean Up untuk mewujudkan Karanganyar bebas sampah – Foto: Harun Alrosid

Berbekal dengan falsafah luhur Raden Mas Said, Juliatmono mengajak seluruh pejuang pemungut sampah untuk sungguh-sungguh mewujudkan Karanganyar bebas sampah. Dirinya juga bertekad melindungi ekosistem sungai dengan adanya larangan menangkap ikan dengan cara di obati maupun disetrum.

“Sungai kita harus bersih. Tidak boleh ngobati kali, laporkan kalau ada. Tidak boleh nyetrum kali, kalau ada yang nyetrum laporkan nanti saya setrum yang bersangkutan. Kalau mancing boleh. Kita telah sebari bibit ikan 7 kwintal beberapa waktu lalu supaya habitat sungai bagus,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, bupati mengucapkan terimaksih kepada semua relawan dan pejuang pemumut sampah yang secara sukarela ikut dalam mensukseskan World Clean Up 2018. Juliatmono mengingatkan agar kesadaran terhadap lingkungan harus terus dipupuk untuk bisa menjaga kesehatan dan keindangan alam sekitar.

“Biasakan membuang sampah pada tempatnya. Hindari membakar, kalau jauh dari tempat pembuangan sampah, buat kubangan untuk sampah, malah bisa untuk pupuk,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...