Perluasan Apron Selesai, Ngurah Rai Miliki 63 Parking Stand

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

161

BADUNG — Proyek perluasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah rampung per hari ini, Jumat (28/9/2018). Perluasan tersebut berhasil mengerjakan tiga proyek sekaligus.

Tiga proyek dimaksud adalah perluasan apron pada sisi barat bandara, pembangunan apron untuk VVIP di Timur bandara, dan pembangunan dua unit gedung VVIP bersama paket penunjangnya.

General Manager bandara Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan, Ketiga paket proyek tersebut adalah fasilitas penunjang annual meeting International Monetary Fund World Bank (IMF-WB) yang akan digelar 8-14 Oktober mendatang.

“Dengan begitu, fasilitas yang baru ini bandara Ngurah Rai sudah memiliki 63 parking stand. Dengan penambahan fasilitas ini pesawat yang akan ke Bali tak perlu menunggu lama. Selain sebagai penunjang pelaksanaan IMF-WB tambahan tiga fasilitas baru ini dapat menunjang pelayanan penumpang di bandara Ngurah Rai jangka panjang,” kata Yanus saat ditemui di sela-sela kegiatan, Jumat (28/9/2018).

Dikatakan di dalam pertemuan IMF nanti akan ada pertemuan tingkat tinggi kepala-kepala negara Asean. Data yang sudah diterima AP I adalah 23 kepala negara yang mau datang. Untuk menyambut ribuan delegasi itu sudah dipersiapkan secara matang.

“Hampir semua bandara yang dikelola AP I siap menyambut IMF. Surabaya, Ujungpandang, Balikpapan, Makassar, Solo, Lombok, dan Banyuwangi,” pungkas Yanus.

Seperti yang diketahui, Proyek tersebut telah dilakukan sejak Januari 2018 dan siap dioperasikan pada akhir September 2018 ini.

General Manager bandara Ngurah Rai, Yanus Suprayogi.-Foto: Sultan Anshori

Sementara itu, Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia, Ronny F Sompie, mengatakan, menyambut tamu delegasi IMF/WB, pihaknya menyiapkan 420 petugas imigrasi yang standby di bandara selama 24 jam. Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan tujuh konter khusus untuk tamu.

“Satu di antaranya khusus untuk tamu VVIP dan VIP,” kata Ronny F Sompie di sela-sela kunjungan di terminal kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai.

Kata pria asal Manado ini lagi, dari 420 pejabat, 300 orang akan diarahkan untuk melayani tamu yang reguler. Sementara  sisanya diarahkan secara khusus untuk melayani tamu IMF.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan skema pelayanan yang terbagi menjadi tiga unit. Dimana masing-masing unit ada satu supervisor, dengan empat pembantu supervisor yang bertugas untuk melihat dan mengawasi pelaksanaan pemeriksaan keimigrasian.

“Memang kita layani khusus, untuk memudahkan mereka masuk pada saat pemeriksaan keimigrasian. Tidak ada perbedaan pemeriksaan pada saat hari normal maupun jelang IMF-World Bank. Pengawasan dilakukan terhadap setiap warga negara asing yang masuk ke Indonesia. Termasuk para delegasi diperiksa secara normal,” imbuh mantan Kapolda Bali di tahun 2015 ini.

Baca Juga
Lihat juga...