Perluasan Bandara Igusti Ngurah Rai Selesai

Editor: Mahadeva WS

209

BADUNG – Proyek pengembangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus dikebut. Salah satu target utamanya adalah untuk mendukung perhelatan IMF yang akan di gelar di Bali pada 8 Oktober mendatang.

Co. General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Sigit Herdiyanto mengatakan, saat ini, capaian pengerjaan perluasan bandara rata-rata sudah 90 persen. Pembangunan yang dilakukan terdiri dari tiga paket yaitu, Perluasan Apron Pantai Sisi Barat, kemudian perluasan Konstruksi Apron Timur dan Pemindahan Sewage Treatment Plant (STP). Terakhir, pembangunan Gedung VVIP, Base Ops TNI dan Penggantian Line Maintenance Airlines.

“Kami targetkan selesai pada akhir September ini, karena pada awal Oktober mendatang sudah mulai dipakai untuk menyambut para tamu negara yang ingin menghadiri IMF,” ucap Sigit Herdiyanto, Selasa, (18/9/2018).

Sigit menyebut, pembangunan ketiga paket proyek tersebut mempergunakan anggaran internal AP1, yang diajukan kepada Kementerian Keuangan. Pembangunan bukan dengan dana bantuan daripada IMF. Total anggaran yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut, Rp2,2 triliun.

Humas Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim.-Foto: Sultan Anshori.

Mengenai perluasan apron bandara sisi sebelah barat, nantinya akan digunakan sebagai parkir stand pesawat. Totalnya berjumlah 10 parking stand, nantinya dalam sehari bisa menampung 130 pesawat.  “Realisasinya dalam satu parking stand akan menampung 13 pesawat. Nah kalau ada 10 parking stand, tinggal kalikan saja. Itu dalam setiap harinya loh,” tambah Humas Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim.

Terkait sosialisasi dengan pihak Desa Adat Kuta yang menjadi lokasi reklamasi, arie mennyebut sudah ada titik terang. Manajemen bandara sudah dihubungi oleh pihak Bendesa adat yang baru terpilih untuk bertemu. “Kami terus berupaya yang terbaik. Ya kita targetkan dalam dua minggu kedepan kita sudah bisa bertemu dengan semua masyarakat Desa Kuta. Kemarin kota sudah dihubungi oleh bapak Bendesa yang baru untuk bertemu,” tandasnya.

Sejauh ini, ada beberapa tuntutan dari masyarakat Desa Kuta, diantaranya kekhawatiran adanya dampak dari reklamasi, terutama bagi nelayan dan pelaku penyedia surfer. Akan tetapi, pihaknya menjamin penghidupan layak kepada masyarakat yang terdampar secara berkelanjutan. “Karena itu merupakan salah satu syarat agar bisa mereklamasi. Nantinya jika ada permintaan bantuan, kompensasi kami selaku pihak Bandara siap,” tegas arie.

Seperti yang diketahui, proyek perluasan Bandara Ngurah Rai sudah dimulai sejak awal April lalu. Proyek ini merupakan bagian upaya untuk mendukung suksesnya acara IMF, yang akan dihadiri oleh puluhan kepala negara beserta delegasinya.

Baca Juga
Lihat juga...