Perpustakaan Miliki Peran Penting di Era TI

Editor: Koko Triarko

1.474
MALANG – Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi Sapto Pribowo, mengatakan, perpustakaan memiliki peran sangat penting dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan, seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang berimbas pada cara seseorang berkomunikasi pada publik.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara Semiloka Tata Kelola Informasi, di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) yang berlangsung selama tiga hari, sejak Rabu (5/9/2018).
Menurutnya, saat ini ilmu informasi menjadi sesuatu yang sangat vital, sehingga dapat mempengaruhi sampai ke dalam pikiran-pikiran publik dan ruang-ruang publik.
“Jika kita tidak bisa mengaturnya, maka yang sampai ke publik adalah hal-hal yang terdistorsi informasinya,” ujarnya.
Untuk itu, peran perpustakaan tidak hanya sebagai dokumentasi mengumpulkan peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi, tetapi juga harus menjadi sebuah tempat referensi bagi perkembangan apa saja, baik di bidang teknologi, ekonomi, sosial budaya maupun politik.
“Inilah peran penting perpustakaan dalam teknologi informasi,” ucpanya.
Lebih lanjut, pria yang sempat menjabat sebagai juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, menyebutkan, media sosial juga sekarang menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk berkomunikasi. Meskipun media sosial sendiri berperan sebagai dua sisi mata pisau yang berbeda.
Contohnya, ada anak hilang, dengan adanya media sosial menjadi cepat ketemu. Tapi di sisi yang lain, juga ada sebagian orang yang merasa dirugikan, karena fitnah-fitnah yang dilontarkan melalui media sosial.
“Inilah yang perlu diberikan pemahaman yang utuh kepada publik, melalui pembelajaran literasi kepada publik. Termasuk peran media untuk meberikan pemahaman kepada publik, melalui informasi yang tepat dan akurat,” sebutnya.
Sementara itu, Dekan FIA UB, Prof. Dr. Bambang Supriyono, menyampaikan, keterbukaan dan informasi publik menjadi sangat penting, karena ideologi informasi seringkali yang seharusnya berjalan bersamaan dengan teknologi informasi, pada kenyataannya informasi berjalan lebih cepat dari itu.
“Untuk mengantisipasi agar penyelenggaraan perpustakaan dan ilmu informasi serta penyelenggaraan adminstrasi publik, bisa berjalan berimbang antara ideologi dan teknologi, maka seminar nasional ini diadakan. Kita menghadirkan pakar-pakar ilmu perpustakaan dan informasi, baik dari dalam maupun luar negeri,” terangnya.
Dengan adanya kegiatan in,i harapannya sumbangsih ilmu perpustakaan dan ilmu informasi dapat dibuktikan dalam perkembangan negara dan bangsa, agar pembangunan yang efektif dan efisien ditunjang dengan sistem informasi yang benar bisa berjalan lebih baik.
“Jadilah informasi publik yang penuh dengan etika, menjunjung tinggi budi pekerti dan ketulusan serta kejujuran informasi,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...