Perpustakaan TMII Disumbang 314 Buku

Editor: Mahadeva WS

192

JAKARTA – Dewan Komisaris TMII, Rizal Basri, menyumbangkan 314 buah buku koleksinya kepada perpustakaan TMII. Buku yang diberikan diantaranya, Pak Harto, Sisi-Sisi Yang Terlupakan, Babat Tanah Jawi, Wayang Indonesia, dan Ayat-Ayat Cinta.

Buku-buku tersebut milik pribadi Rizal, yang dibelinya sejak masih kuliah. Ada buku tentang budaya Indonesia, sejarah, sosial politik, ekonomi, gaya hidup dan kesehatan. Selain dibeli, ada juga sebagian dari buku tersebut merupakan pemberian penulisnya.

Dengan membaca buku Rizal menyebut, akan menambah wawasan dan pengetahuan. “Saya sumbangkan buku ini, untuk melengkapi perpustakaan TMII. Harapan saya, agar karyawan TMII meluangkan waktu satu jam untuk membaca buku,” kata Rizal usai menyerahkan buku bantuannya di ruang perpustakaan TMII, Jakarta, Senin (3/9/2018).

Koleksi buku yang disumbangkan oleh Dewan Komisaris TMII, Rizal Basri kepada perpustakaan TMII. Foto : Sri Sugiarti

Rizal menyebut, sejak kuliah Dirinya sudah gemar membaca. Apalagi orangtuanya, dalam hal ini ayah, yang berprofesi sebagai wartawan, selalu mengajarkan untuk rajin membaca buku, apapun buku-nya. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas hidup, dan menambah pengetahuan, sehingga terhindar dari jurang kebodohan.

Dengan demikian, diharapkan tidak hanya pengunjung perpustakaan TMII yang terbangkitkan keingintahuannya dengan pembaca buku. Yang tidak kalah penting, segenap karyawan TMII juga termotivasi untuk membaca buku di perpustakaan. “Buku adalah jendela dunia menuju kesuksesan, dan mencerdaskan. Maka, membaca buku adalah budaya yang harus dilestarikan,” tandasnya.

Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo, juga mengaku gemar membaca buku. Bahkan di rumahnya, terdapat perpustakaan kecil untuk menyimpan koleksi buku. Dengan membaca buku, seseorang akan tahu bagaimana berpikir dan meraih kesuksesan di masa depan. “Membaca buku menjadikan kita mengetahui langkah untuk sukses,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan membaca masih menjadi hal yang terlalu sulit dibudayakan. Padahal, setiap orang telah mengetahui manfaat dan pentingnya membaca buku, yang tidak hanya mencerdaskan tetapi juga menyehatkan fisik.

Lihat juga...

Isi komentar yuk