Pertemuan IMF-WB, Dongkrak Perekonomian Bali

Editor: Satmoko Budi Santoso

261
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali Causa Iman Karana.-Foto: Sultan Anshori.

DENPASAR – Pertemuan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) yang digelar di Bali pada 8 hingga 12 Oktober mendatang diprediksi akan membawa dampak positif bagi ekonomi Bali tahun 2018. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali, Causa Iman Karana.

Bahkan menurut pria yang akrab disapa Pak Cik ini, Perekonomian Bali akan tumbuh antara 5,9 persen hingga 6,3 persen.

“Pertumbuhan ini lebih baik dibandingkan tahun lalu,” ujar Pak Cik, Rabu (26/9/2018).

Cik menambahkan, indikator membaiknya perekonomian tersebut, ditandai oleh semakin banyaknya kedatangan wisatawan mancanegara melalui Bandara Ngurah Rai yang mencapai 4,1 juta lebih. Jumlah itu, belum termasuk yang datang melalui pintu masuk Bali lainnya.

Cik juga melihat, agenda sidang IMF-WB dengan kehadiran sekitar 15 ribu delegasi dari 189 negara, akan membawa peningkatan ekonomi baik dari sisi konsumsi, investasi juga ekspor-impor.

“Tentu hal ini dikarenakan Bali terus berbenah terutama di sektor pariwisata yang semakin membaik,” kata Cik lagi.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, mengharapkan pertemuan itu bisa berlangsung dengan baik karena membawa nama besar bangsa. Pertemuan itu juga jangan sampai membatasi pelayanan kepada publik, termasuk pengawasan keamanan yang berlebihan kepada masyarakat.

“Publik harus tetap bisa melaksanakan kegiatan secara normal, jangan sampai membatasi ruang gerak mereka,” ujar Umar Al Khattab.

Sebagaimana diketahui, sidang tahunan ini akan dihadiri antara lain para menteri keuangan, gubernur bank sentral, investor, akademisi, hingga media. Selain itu, 10 kepala negara dari ASEAN juga dijadwalkan turut hadir dalam pertemuan tahunan yang akan membahas perkembangan terkini ekonomi dan keuangan global.

Baca Juga
Lihat juga...