Pesona Kawasan Kota Tua di Padang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

257

PADANG — Menghabiskan waktu di penghujung pekan dengan berbagai kegiatan merupakan hal yang tidak asing lagi dilakukan bagi orang-orang senang dengan travelling. Selain ke pantai atau ke pulau, ke pegunungan melihat pemandangan yang indah, dapat juga ke lokasi wisata kuliner, atau bahkan ke tempat-tempat peninggalan sejarah.

Di daerah selatan Kota Padang, Sumatera Barat, yang dikenal juga dengan kampung Pondok, ada suatu tempat yang memiliki pesona tersendiri yang tidak kalah dengan pemandangan pantai di kala senja. Lokasi itu merupakan kawasan Kota Tua Padang.

Sesuai dengan namanya Kota Tua, bangunan-bangunan yang ada masih terlihat asli, seperti suram seakan tidak terurus, tapi asrsitektur bangunannya sungguh unik dan berbeda dengan bangunan yang ada di era sekarang.

Dari catatan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, ada 79 bangunan di kawasan Kota Tua itu. Cukup banyak, bahkan lokasi ini menjadi lokasi favorit bagi para fotografer mengabadikan momen penting, seperti foto street dan juga pra-wedding.

Kawasan ini juga merupakan tempat pemukiman masyarakat keturunan etnis Tionghoa dan juga sebagian kecil dari India. Dengan adanya keberadaan bangunan kelenteng dan kebudayaan India, menjadikan kawasan Kota Tua semakin menarik untuk didatangi.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Nurmatias/Foto: M. Noli Hendra

Di sekitar kawasan bersejarah ini, juga memiliki wisata kuliner yang tidak kala menariknya. Selain  khas Minangkabau, juga terdapat masakan khas etnis Tionghoa dan India.

Terkait infrastruktur di lokasi wisata bangunan tua ini, Pemerintah Kota Padang juga telah melakukan perbaikan trotoar dengan dihiasi lampu penerang. Di malam hari, lokasi ini seakan terlihat begitu eksotis.

Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Jembatan Siti Nurbaya yang berdampingan dengan kawasan Kota Tua. Di sini, selain di siang hari yang disuguhi dengan pemandangan bangunan yang begitu mempesona. Di malam harinya, lokasi ini semakin menarik untuk disinggahi.

Akan tetapi, untuk kawasan sekitar kelenteng belum terlihat adanya perbaikan. Hal ini juga sempat disayangkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat. Pihak balai pelestarian pun turut meminta kepada Pemerintah Kota Padang untuk lebih memperhatikannya, karena dinilai memiliki potensi besar untuk pariwisata dan ekonomi.

Nurmatias, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat mengatakan, kawasan Kota Tua dapat dimanfaatkan bagi pemerintah daerah setempat sebagai kawasan wisata.

“79 bangunan jika diperbaiki maka dapat dijadikan kafe ataupun homestay. Saya berharap betul, pemerintah setempat lebih memedulikan Kota Tua,” jelasnya, Minggu (23/9/2019).

Kawasan Kota Tua ini juga terdapat bangunan yang merupakan pusat perdagangan komoditas ekspor yang disebut dengan Pasar Gadang. Seluruh hasil panen komoditas di Sumatera Barat, diperjual belikan di tempat ini. Hal ini juga tidak terlepas dari berdekatannya dengan Muaro Padang yang merupakan pintu perdagangan jalur laut.

Muaro Padang dan Jembatan Siti Nurbaya serta kawasan Kota Tua, memiliki sejarah yang cukup panjang. Tempat-tempat ini, secara berangsur-angsur mulai diperbaikan dan juga telah menjadi berbagai fungsi, seperti salah satu bank swasta hingga tempat pemandian anak-anak,

Baca Juga
Lihat juga...