Petani Bawang Merah Tegal Keluhkan Hama Ulat

Editor: Mahadeva WS

211

TEGAL – Sejumlah petani bawang merah di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan hama ulat, yang menyerang tanaman bawang merahnya. Sementara sebentar lagi, para petani bawang merah di daerah tersebut sebentar lagi memasuki musim panen.

Berbagai cara dilakukan, seperti penyemprotan insektisida, yang dilakukan terus-menerus. Termasuk dengan membuat lampu perangkap hama ulat. “Bawang merah kita terserang hama ulat yang sangat mengganggu, “ kata Khaerun, petani bawang merahdi Desa Jatilawang, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kepada Cendana News, Senin (10/9/2018).

Hama ulat mulai keluar sekira seminggu terakhir. Kemunculan hama tersebut, diduga dipicu cuaca yang tidak menentu, dan tanaman padi disekeliling lahan bawang merah mengalami panen. “Padahal kita telah melakukan pencegahan dengan membuat lampu perangkap hama ulat,” bebernya.

Khaerun, petani bawang merah (Foto Akhmad Sekhu)

Tanaman bawang merah milik Khaerun sudah berusia 54 hari. “Kita hampir panen, karena hama ulat inilah tanaman bawangnya direbahkan untuk menghindari hama ulat semakin meraja lela,” ungkapnya.

Berbagai tindakan telah dilakukan untuk membasmi, namun jika sudah terkena ulat, Khaerun menyebut sudah kesulitan untuk membasmi. “Saya pernah mengalami hasil panen sangat memuaskan dengan harga sangat tinggi Rp38 ribu di 2013, tapi pernah juga mengalami panen dengan harga rendah,” tandasnya.

Harga bawang merah di Tegal saat ini untuk jenis super harganya Rp11.000 hingga Rp.12.000. Harga tersebut termasuk turun, karena harga biasa bisa mencapai Rp16.000. “Sekarang sedang panen raya bawang merah jadi harganya murah, apalagi luar pulau Jawa sudah tidak membutuhkan pasokan bawang merah dari Jawa, karena di luar pulau Jawa sekarnag sudah banyak yang menanam bawang mewah,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, petani berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mengatasi hama ulat tersebut. Serangan hama ulat tersebut merusak tanaman bawang merah. “Serangan hama ulat ini dapat menyebabkan penurunan produksi bawang merah, kita semua ingin dapat mengatasi hama ulat ini agar hasil panennya baik,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...