Petani di Bantul Masih Enggan Gunakan Gudang Penyimpanan Hasil Panen

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

253

YOGYAKARTA — Ketersediaan gudang penyimpanan hasil panen di sejumlah lokasi lahan pertanian bawang merah di kecamatan Sanden Bantul Yogyakarta diketahui kurang dimanfaatkan petani.

Para petani mengaku lebih memilih memanfaatkan rumah mereka untuk menyimpan sementara, karena dinilai lebih praktis. Seperti diungkapkan Supri, asal dusun Tegalsari Srigading Sanden Bantul, Jumat (7/9/2018).

Supri menyebutkan, di daerahnya, sebenarnya terdapat beberapa gudang penyimpanan yang telah disediakan dan dibangun pemerintah.

“Sebenarnya disini sudah ada beberapa gudang penyimpanan. Tapi petani tidak mau menyimpan disana, karena untuk membawa panenan kesana kan cukup jauh. Kalau mau mengambil juga pasti repot, karena semua ditumpuk jadi satu,” ungkapnya.

Pertimbangan lain karena komoditas sayuran seperti bawang merah mudah rusak. Sehingga tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

“Kalau sayuran seperti bawang merah ini tidak bisa disimpan terlalu lama. Walaupun harga sedang jatuh seperti sekarang ini, mau tidak mau panenan harus segera dijual,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Supri, mayoritas di kecamatan Sanden merupakan para petani kecil, yang tidak memiliki banyak modal.Tidak mungkin menahan hasil panen mereka dalam jangka waktu yang lama.

Salah seorang petani bawang merah Supri, asal dusun Tegalsari Srigading Sanden Bantul. Foto: Jatmika H Kusmargana

“Disini hampir semua petani bawang merah mencari modal untuk biaya produksi dengan cara berutang. Jadi begitu panen, mau tidak mau petani harus segera menjual hasil panenan untuk menutup biaya produksi. Walaupun harga jual sedang jatuh,” ungkapnya.

Akibat berbagai pertimbangan tersebut, tak sedikit gudang penyimpanan hasil panen di daerah ini pun terbengkalai. Bahkan terdapat salah satu gudang yang terlanjur rusak dan tidak pernah dimanfaatkan sejak pertama kali dibangun.

Sebagaimana diketahui memasuki bulan September ini, sejumlah daerah di kabupaten Bantul mulai memasuki masa panen raya bawang merah. Sayangnya harga jual di tingkat petani justru jatuh.

Harga jual bawang merah di tingkat petani hanya mencapai sekitar Rp8 ribu per kilogram atau turun Rp5ribu dari harga jual musim panen sebelumnya, Rp13 ribu per kilogram. Padahal harga jual bawang merah di pasaran masih cukup tinggi yakni berkisar di atas Rp15 ribu per kilogram.

Baca Juga
Lihat juga...