Polisi Amankan Belasan Anggota Geng Motor di Jakbar

Editor: Koko Triarko

1.562
JAKARTA – Polsek Cengkareng kembali mengamankan 14 orang yang diduga kelompok bermotor yang meresahkan masyarakat di wilayah Jakarta Barat.  Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri, mengatakan, ke 14 pelaku tersebut sering kali membuat masyarakat resah atas perbuatannya hingga melukai korban dan mengambil barang berharga miliknya.
“Para pelaku menjalankan modus memepet pengendara motor dan penjalan kaki, kemudian dilukai,” kata Khoiri, melalui pesan singkatnya, Jakarta Barat, Jumat (7/9/2018).
Khoiri menjelaskan, belasan pelaku itu dari tiga kelompok bermotor, yakni Akeo, Taniwan, dan Slow, yang kerap menyasar dan melukai pengendara motor. Ironisnya, pelaku sebagian berusia di bawah umur, yakni RA (20), BS (15), NS (17), GF (16), E (16), AS (16), MF (14), A (22), R (17), AR (19), AG (20), FR (18) AB (19) dan FA (22).
“Tiga geng motor ini menamakan diri Geng Slow, Geng Taniwan, dan Geng Akeo. Mereka sering berkumpul di salah satu lapangan di Kapuk. Jika berkumpul, bisa sampai 50 orang,” ujarnya.
Khoiri mengungkapkan, para anggota kelompok kejahatan bersenjata tajam itu beraksi dua jam dalam sehari pada tiga lokasi berbeda di wilayah Jakarta.
“Kelompok kejahatan itu telah beberapa kali beraksi dalam tiga bulan terakhir. Bahkan, terakhir enam orang menjadi korban aksi para anggota kelompok kriminal itu,” jelasnya.
Bahkan, menurut Khoiri, pelaku juga menargetkan korban yang berjalan kaki dengan modus melukai menggunakan senjata kemudian mencuri barang berharga dan melarikan diri. Selain itu juga pelaku lainnya ada yang memepet pengendara motor.
Menurutnya, tiga kelompok ini sebagian besar adalah pelajar. Mereka membuat geng motor untuk melakukan kekerasan.
“Jadi, bisa dikatakan untuk uji nyali. Pembuktian diri. Setelah diinterogasi di dalam, mereka menyesal melakukan kekerasan,” ucap Khoiri.
Kemudian, dia menceritakan kronologinya saat kejadian sekira pukul 23.00 WIB, tersangka A bersama rombongannya dengan mengendarai 12 sepeda motor, datang dari arah Kampung Gusti menuju sebuah  warnet Taniwan, dan bertemu dengan tersangka RA, kemudian mengajaknya untuk melakukan tawuran di daerah Jelambar.
Setibanya di kawasan Jembatan Genit, korban yang kebetulan lewat dengan menggunakan sepeda motor berbonceng tiga orang hendak memutar arah, diketahui oleh tersangka. Lalu korban dikejar dan langsung membacok kedua korban.
“Para pelaku yang melihat korban langsung menyerangnya dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit,” jelasnya.
Alhasil, pihaknya meringkus sembilan pelaku pengroyokan. Dari keterangan para tersangka, mereka menamai kelompoknya geng motor Slow dan baru berdiri tiga bulan.
Saat ini, polisi masih memburu 14 orang kelompok Akeo pimpinan BY yang diduga terlibat sejumlah aksi kejahatan jalanan.
Akibat perbuatannya, sembilan tersangka harus merasakan dinginnya di balik jeruji besi dengan ancaman pasal 170 KUHP.
Kebrutalan geng motor di Cengkareng terjadi pada Sabtu (1/9/2018). Pada malam itu, tiga orang berhasil dilukai dengan senjata tajam. Satu orang dilukai di Jalan Peternakan, dan dua orang di Jembatan Genit. Tiga orang tersebut tidak meninggal dunia, namun mengalami luka.
“Dalam kasus ini, kita amankan 14 orang. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan. Empat orang dewasa, sedangkan sisanya masih di bawah umur. Selain itu 15 orang masih kita kejar,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...