Polisi Amankan Penangkap Ikan Ilegal di Seruyan

852
Ilustrasi - Nelayan -Dok: CDN
KUALA PEMBUANG – Kepolisian Sektor Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mengamankan seorang warga yang menangkap ikan secara ilegal di daerah aliran Sungai Seruyan.
Kapolsek Hanau, Ipda Amboro, mengatakan, pelaku bernama Zainal Arifin (30), warga Jalan Pandawai Desa Paring Raya, Kecamatan Hanau, yang menangkap ikan dengan setrum atau aliran listrik.
“Usai ditangkap, pelaku langsung kita amankan di mapolsek untuk diproses lebih lanjut,” katanya, Jumat (14/9/2018).
Ia menjelaskan, penangkapan pelaku ini berawal dari informasi yang diberikan warga yang sedang mencari ikan di Sungai Seruyan, dan melihat pelaku menangkap ikan secara ilegal.
Warga yang melihat merasa sangat khawatir, karena aktivitas menangkap ikan oleh pelaku menggunakan setrum dapat merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem di sungai.
“Warga yang merasa khawatir itu kemudian melaporkan perbuatan pelaku ke polsek,” katanya.
Usai menerima laporan, petugas Polsek Hanau bersama-sama dengan warga langsung ke lapangan, dan berhasil mengamankan pelaku di lokasi kejadian.
“Pelaku berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti berupa perahu ces, ikan sebanyak 10 kilogram dan sejumlah peralatan lainnya yang digunakan saat melakukan aksinya,” katanya.
Ia mengatakan, kasus penangkapan ikan secara terlarang baru pertama kali terungkap di wilayah hukum Polsek Hanau. Karena itu, pihaknya masih terus melakukan pendalaman serta mencari informasi tentang kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.
“Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran hukum, termasuk aktivitas penangkapan ikan secara ilegal,” katanya.
Ia menambahkan, untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum di wilayah Polsek Hanau, pihaknya secara rutin melakukan patroli serta sosialisasi hukum kepada masyarakat.
Sosialisasi yang dilakukan meliputi berbagai macam materi, mulai dari larangan membakar hutan dan lahan, penangkapan ikan secara ilegal, penebangan kayu secara ilegal dan berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya.
“Tujuannya untuk mencegah adanya warga melakukan tindak kriminal, baik disengaja atau pun tidak disengaja, karena kurangnya pengetahuan tentang aturan yang berlaku,” katanya. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.