Polres Jakbar Bongkar Tempat Pembuatan Ekstasi di Cibinong

Editor: Satmoko Budi Santoso

262

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat berhasil membongkar tempat pembuatan pil ekstasi di sebuah Perumahan Sentra Pondok Rajeg, Blok B2 Nomor 5, Kelurahan Tengah, Cibinong, Bogor Jawa Barat pada Sabtu, 22 September kemarin.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, mengumumkan tiga tersangka yaitu SI (55) yang merupakan residivis kasus narkoba dan ditangkap di Kuningan, Jakarta Selatan, AP (40) dan RS (24) yang ditangkap di Depok, Jawa Barat.

“Kami temukan pabrik rumahan, pabrik ekstasi. Di sini memproduksi ekstasi yang cukup berbahaya, istilahnya ‘3 in 1’. Karena biasanya ektasi hanya stimulan, tetapi ini sampai stimulasi, depresi, dan halusinasi,” kata Hengki di Bogor, Jawa Barat, Senin (24/9/2018).

Menurutnya, temuan ini adalah ekstasi jenis baru dengan tiga dampak berbeda. Pemilik pabrik yakni AP menggunakan salah satu ruangan di rumahnya untuk dijadikan tempat meracik ekstasi.

AP telah mengoperasikan pabrik tersebut selama lebih kurang 1 tahun dan mampu memproduksi 500 butir ekstasi dalam satu hari. Dia mendapatkan bahan baku dari jaringan pasar gelap internasional dan diedarkan di Jakarta.

“Ini ekstasi termasuk langka dan pertama kali ditemukan. Ini juga mempunyai daya rusak yang kuat dibanding ektasi lain, karena kandungannya terdiri dari methapethamine, ketamine, ephidrine, kafein, dan fosfor,” ujarnya.

Dari kejadian ini, polisi mengamankan barang bukti sabu-sabu 158 gram, ekstasi 3.000 butir, 1 paket ganja, pil eximer 2.000 butir, dan 1 kilogram bahan baku setengah jadi.

Hengki menjelaskan, terbongkarnya jaringan narkoba internasional itu atas informasi masyarakat yang resah. Kemudian dia meminta anggotanya untuk melakukan pengembangan.

“Dari informasi dan hasil pengembangan tersebut petugas menangkap tersangka SI,” jelasnya.

Setelah mendapatkan informasi dari SI, petugas kembali melakukan under cover diarahkan menuju Cilincing Jakarta Utara untuk menemui perantaranya (RS), sesampainya di Cilincing, petugas menemui RS lalu diarahkan ke Jalan Grand Depok City, Depok Jawa Barat, sesampainya di sana petugas melakukan transaksi langsung dengan AP.

“Petugas langsung menangkap AP bersama barang bukti sebanyak 1000 pil ekstasi. Sedangkan dari tangan RS, petugas juga menyita 1 plastik paket sabu seberat 10 gram,” jelasnya.

Lebih lanjut, petugas kemudian melanjutkan pengembangan dengan penggeledahan di rumah AP. Dari penggeledahan rumah AP ditemukan barang bukti antaranya narkotika jenis sabu seberat 158 gram, 3000 butir pil ekstasi, satu paket ganja, 2000 butir pil Eximer, 1 Kg bahan baku setengah jadi, 3 mesin alat cetak ekstasi Merk TDP-O, bahan baku berupa bubuk gram caffein seberat 1274 gram, bahan baku berupa bubuk Avicel seberat 4751 gram, bahan baku berupa bubuk Ephedrine seberat 136 gram, bahan baku berupa bubuk Key seberat 35 gram, bahan baku berupa bubuk Red Posfor seberat 1800 gram, bahan baku berupa pewarna bubuk seberat 250 gram, 3 botol kecil bahan baku pewarna makanan cair merk kupu-kupu, 3 buah timbangan elektrik, satu buah kalkulator, tiga unit Handpone.

“Dari hasil pengungkapan tersebut, kita mengamankan tiga orang tersangka yakni SI (55), AP (40) dan RS (24),” pungkasnya.

Tersangka AP, kata Hengki, merupakan residivis dengan kasus serupa dan baru bebas 3 bulan yang lalu. Mereka (tersangka) akan dijerat Pasal Pasal 113 ayat (2), Sub 114 ayat (2), Sub 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Lalu dia menjelaskan, tersangka ini memproduksi ekstasi perhari sebanyak 500 butir dan sudah melakukan selama satu tahun. Untuk mendapatkan bahan bakunya melalui jaringan pasar gelap Internasional. Pil ekstasi hasil racikannya dia jual ke jaringan lapas yang berada di Jakarta.

“Berdasarkan hasil Laboratorium, ekstasi ini lebih berbahaya dari ekstasi lain, karena merupakan jenis baru dan mempunyai daya rusak yang cukup kuat bagi tubuh pemakai dibandingkan ekstasi lain. Kandungannya terdiri dari bahan utama sabu Methapethamine, Ephidrine, Kafein, Posfor,” jelasnya.

Hadir pula Puteri Indonesia 2018, Sonia Fergina Citra yang datang ke lokasi penggerebekan pabrik ekstasi tersebut. Menurut Sonia, kedatangannya dalam rangka membawa misi pemberantasan narkoba.

Selain menjadi Puteri Indonesia, Sonia menyandang gelar duta anti-narkoba dari Badan Narkotika Nasional.

“Saya melihat berita penangkapan Sabtu kemarin dan di sini saya prihatin karena ternyata di Indonesia ada juga pabriknya (narkoba). Dan saya juga baru tahu ini jenis (narkoba) terbaru 3 in 1 yang paling jahat,” kata Sonia di lokasi.

Dia pun berkesempatan untuk melihat sendiri ruang pabrik narkoba jenis ekstasi 3 in 1 yang dimiliki tersangka AP.

Baca Juga
Lihat juga...