Polres Lampung Selatan Gagalkan Pengiriman Narkoba dengan Ekspedisi

Editor: Mahadeva WS

347

LAMPUNG – Polres Lampung Selatan, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu dan ganja, di pintu masuk pelabuhan Bakauheni. Kapolres Lampung Selatan, AKBP M.Syarhan didampingi Kasat Narkoba Polres Lamsel, Iptu Ferdiansyah menyebut, barang haram tersebut diamankan dari sebuah kendaraan ekspedisi, dan penumpang kendaraan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Pengamanan sabu dan ganja tersebut, dilakukan dalam kurun waktu tidak lebih dari dua pekan. Narkotika jenis sabu diamankan dari kendaraan ekspedisi Indah Logistik Cargo warna orange, dengan nomor polisi BA 8276 QU. Personil Satnarkoba memeriksa satu kardus berlakban coklat, yang bertuliskan pengirim asal Padang dan penerima bernama Jian di Jakarta Selatan.

Kapolres Lamsel,AKBP M.Syarhan (kanan) dan Iptu Ferdiansyah (kiri) memperlihatkan barang bukti narkotika 9 kilogram sabu dan 6,3 kilogram ganja [Foto: Henk Widi]
“Saat memeriksa, ternyata ada sembilan paket terbukti narkotika jenis sabu, setelah diperiksa total berjumlah sembilan kilogram yang semua dibungkus plastik,” terang Kapolres Lamsel AKBP M.Syarhan, Senin (24/9/2018).

Dari pengembangan yang dilakukan anggota Satnarkoba Polres Lamsel, berhasil diamankan tersangka Islami Akbarsyah. Tersangka mengaku diperintah oleh seseorang perempuan bernama Elis, yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta Sumatera Utara. Barang tersebut akan dikirimkan kepada seseorang bernama Jian.

Tersangka dijanjikan upah oleh Elis sebesar Rp20 juta, dan baru diterima sebesar Rp2 juta, dengan cara ditransfer melalui rekening. Selain mengamankan tersangka, Polres Lamsel juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dua telepon genggam yang berfungsi sebagai alat komunikasi dalam bisnis narkotika tersebut.

Sesuai dengan perhitungan, narkotika jenis sabu dengan berat sembilan kilogram tersebut, nilainya Rp13,5 Miliar. Narkotika jenis sabu tersebut jika berhasil lolos, akan merusak lebih dari 44 ribu manusia, dengan asumsi setiap gram sabu digunakan lima orang. “Kita sedang berkoordinasi dengan pihak terkait atas pengakuan tersangka peredaran narkoba ini dikendalikan dari dalam Lapas termasuk kepada pelaku jasa ekpedisi agar tidak melakukan pemeriksaan barang sebelum dikirim,” tegas mantan Kapolres Pesawaran.

Sementara itu, barang bukti narkotika jenis ganja, diamankan dari tersangka bernama David Susilo asal Labuhan Batu,Sumatera Utara. Tersangka diamankan di area pemeriksaan Pelabuhan Bakauheni, saat naik bus Antar Lintas Sumatera (ALS). Tersangka diamankan polisi karena terbukti membawa narkotika jenis ganja sebanyak 10 paket narkotika seberat 6,3 kilogram. “Tersangka mengaku bersedia mengambil barang haram tersebut atas perintah Juliandi Sumarlin tersangka lain karena butuh modal untuk bisnis reparasi jok mobil,” beber AKBP M.Syarhan.

Tersangka David Susilo, hendak mengantar ganja sebanyak 6,3 kilogram tersebut, bertemu dengan Juliandi Sumarlin dan Benni Panjaitan. Kedua tersangka tersebut ikut diciduk karena terbukti dalam kasus pengiriman narkotika jenis ganja.

Akibat perbuatannya, para tersangka pelaku penyelundupan narkotika jenis sabu terancam dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat 2 Undang-undang No.35/2009, Tentang Narkotika. Akibat pelanggaran tersebut tersangka Islami Akbarsyah terancam hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun, pidana paling singkat enam tahun dan denda maksimum Rp10 Miliar.

Khusus untuk tiga tersangka bernama David Susilo, Juliandi Sumarlin, Benni Panjaitan terbukti melanggar pasal 111 ayat (2) jo pasal 114 ayat (2) dan pasal 131 ayat (1). Ketiga tersangka pelaku peredaran ganja diancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun,denda maksimum Rp12 Miliar.

Baca Juga
Lihat juga...