Posdaya Anggrek Putih, Siasati Keterbatasan Lahan Demi Penghijauan

Editor: Mahadeva WS

140
Ketua Posdaya Anggrek Putih Fatmiarti/Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Memiliki lingkungan yang bersih, hijau dihiasi warna-warni bunga di halaman rumah, merupakan impian setiap orang. Namun persoalannya, ada lingkungan yang kondisinya tidak bisa menjadi sasaran penghijauan. Padatnya penduduk menjadi faktor penyebabnya. 

Kondisi yang demikian, ternyata mampu disiasati oleh Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya), melalui perannya di pilar lingkungan. Posdaya memiliki cara untuk mewujudkan impian keluarga yang ingin menciptakan lingkungan asri dan berseri.

Seperti yang dilakukan Posdaya Anggrek Putih, yang berada di RT3, RW7, Kelurahan Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat. Kawasan tersebut padat dengan bangunan rumah. Hal tersebut tidak menyurutkan niat untuk menyosialisasi penciptaan lingkungan yang bersih dan hijau.

Ketua Posdaya Anggrek Putih, Fatmiarti menyebut, kondisi pemukiman di wilayahnya bisa dikatakan hampir tidak tersedia lahan untuk berkebun. Kondisi jalan telah dibeton, dan ada beberapa sudah dalam kondisi aspal. Kendati demikian, Posdaya memiliki cara untuk bisa melakukan penghijauan di setiap pekarangan rumah.

Solusi yang diberikan yaitu, memanfaatkan bekas tabung cat sebagian pot, serta membeli polibek, sebagai tempat untuk menanam menggunakan pot. “Kalau mau ditanam di atas tanah, tidak ada lagi lahannya. Jadi solusinya melakukan inovasi ruang di halaman rumah yang bisa disusun beberapa pot bunga dan pot bunga gantungan,” katanya, Kamis (27/9/2018).

Jenis tanaman yang bisa memanfaatkan ruang halaman rumah masyarakat sangat beragam. Mulai dari tanaman bunga, hingga buah seperti jambu madu, jeruk, lengkeng, bahkan sayur seperti terong, dan beberapa jenis cabe rawit ditanam oleh warga. Cara tersebut cukup ampuh, membantu menciptakan lingkungan wilayah tugas Posdaya Anggrek Putih menjadi bersih dan hijau. Meski tidak bisa membuat lebih luas lagi lingkungan yang berseri, keberadaan tanaman mampu memberikan manfaat yang lebih baik, bagi pemilik rumah.

“Resiko berada di pemukiman padat penduduk, ya soal minimnya lahan itu. Tapi jika kita benar-benar ingin membuat lingkungan yang nyaman, lakukanlah cara yang demikian. Maka akan mampu mengubah suasana halaman rumah lebih segar, dan tidak segersang hanya melihat warna warni cat rumah semata,” sebutnya.

Wanita yang akrab disapa Fat tersebut mengatakan, sebelum menerapkan cara tersebut ke rumah-rumah warga, Posdaya Anggrek Putih lebih dulu membuat titik percontohan di salah satu rumah. Kantor Posdaya Anggrek Putih menjadi titik pilihan membuat lahan percontohan.

Saat ini jenis tanaman yang ada di pekarangan kantor Posdaya adalah, jambu madu yang merupakan hasil cangkokan, jeruk purut, cabe rawit, dan berbagai jenis bunga. Sampai saat ini, hasil dari tanaman tersebut telah bisa dinikmati, seperti jambu madu, sudah pernah dipanen meski tidak dalam jumlah yang banyak. Begitu juga untuk jenis tanaman lainnya yakni cabe rawit dan jerut purut, juga sering diambil apabila ada kebutuhan yang mendesak untuk memasak sambal.

Dengan hasil tersebut, Posdaya Anggrek Putih memiliki alasan untuk mengajak atau memberdayakan masyakarat, memanfaatkan pekarangan untuk berkebun. Kegiatan tersebut bisa berdampak kepada kesehatan, dan juga akan membuat pemandangan rumah menjadi indah. “Dengan semakin banyaknya jenis tumbuh-tumbuhan di depan rumah, maka akan semakin terasa segara udara di sekitar rumah tersebut. Begitu juga terhadap keindahan rumah, bagi rumah-rumah masyarakat yang memiliki tanaman, dengan warna warni tanaman itu, maka rumah akan sedap dipandang,” jelasnya.

Sampai saat ini, masyarakat yang ada di Kelurahan Ampalu Nan XX masih tetap menjalankan pemanfaatan pekarangan tersebut. Bahkan, jumlah rumah-rumah yang melakukan hal tersebut, terlihat semakin bertambah. Seperti yang dikatakan oleh Vonny, yang halaman rumahnya dipenuhi tanaman hijau, membuat suasana rumah menjadi adem.

Baca Juga
Lihat juga...