Posdaya Permata Bunda, Jadi Sumbu yang Hidupkan Berbagai Usaha

Editor: Makmun Hidayat

178

PADANG — Keberadaan Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) memiki peranan penting untuk mengentaskan persoalan kemiskinan di berbagai daerah, termasuk bagi kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat. Hal ini berkat adanya kepedulian sejumlah pihak terhadap masyarakat kurang mampu, yang ditumpangkan ke Posdaya.

Sebut saja Posdaya Permata Bunda yang berada di wilayah Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Posdaya ini tidak hanya didirikan dan dibina oleh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat dan hingga kabupaten dan kota, tetapi juga turut bekerjasama dengan berbagai pihak.

Ketua Posdaya Permata Bunda, Mina Dewi Sukmawati mengatakan Posdaya yang ia pimpin itu sudah ada sejak awal adanya Yayasan Damandiri ke Sumatera Barat. Kini, peran Posdaya Permata Bunda terus bergerak membantu bagi keluarga pra sejahtera. Untuk menjalankan perannya itu, Posdaya Permata Bunda bersinergi dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah dengan programnya PNPM, Kotaku (Kota Tanpa Kumuh). Ada pula kerjasama dengan Dinas Sosial yang dinamakan Kube (Kelompok Usaha Bersama).

“Damandiri adalah pendukung utama kita untuk tetap bisa membantu masyarakat kurang mampu ini, dengan cara membantu mereka membuka dan menjalankan usaha. Karena dalam menjalankan Posdaya ini ada empat pilar yang perlu dijalankan, yakni pilar pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi. Nah, untuk pilar ekonomi ini, langsung dibantu oleh Yayasan Damandiri, yaitu Tabur Puja (Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera),” katanya, Sabtu (15/9/2018).

Ia menyebutkan untuk menjalankan ke empat pilar itu, bisa dikatakan tidak memungkinkan dijalankan secara maksimal, jika hanya menghandalkan sebuah kelompok masyarakat yang ada di Posdaya. Untuk itu, diperlukan kerjasama berbagai pihak. Misalnya Kube (Kelompok Usaha Bersama), dari Kube ini juga terdapat anggota Posdaya yang bisa menghasilkan uang, dari kreasi kerajinan yang dilakukan.

Dengan demikian, pilar ekonomi dapat berjalan dengan baik. Di Posdaya Permatan Bunda, dalam menjalankan pilar ekonomi ini, cukup banyak anggota Posdaya yang menjalankan usaha seperti yang baru tergolong mikro dan kecil. Keberdaan usaha itu, juga berkat dibantu oleh Tabur Puja melalui pinjaman modal usaha sebesar Rp2 juta per orang keluarga yang tergolong mampu.

“Untuk memajukan usaha masyarakat dan membantu masyarakat adalah prinsip yang diterapkan Posdaya Permata Bunda. Sehingga targetnya, tidak ada lagi masyarakat pra sejahtera di wilayah Posdaya Permata Bunda,” ujarnya.

Menurutnya, alasan utama perlu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak itu, karena ibaratnya semua disaturumahkan di Posdaya supaya tidak tumpang tindih. Bahkab ia menyatakan cara tersebut berhasil menekan kemacetan cicilan yang mengajukan pinjaman Tabur Puja.

Dewi juga mengatakan selain menangkal kemacetan karena terkontrol, proses peminjaman satu pintu melalaui Posdaya juga menguntungkan para peminjam. Apalagi dari hitungan Tabur Puja, pinjaman yang diberikan memang untuk mendorong keluarga prasejahtera dan sejahtera 1 memulai usaha dari rumah, pelan-pelan supaya mandiri.

Baginya, keberadaan Posdaya Permata Bunda menjadi semacam sumbu yang menghidupkan berbagai usaha di wilayahnya. Ibu-ibu rumah tangga yang semula hanya berdiam di rumah menjaga anak-anak misalnya, dapat merintis usaha rumahan. Bahkan kini banyak yang telah mendapat cap izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga).

Berbagai pencapaian itu membuat Dewi kian menikmati pekerjaannya di Posdaya. “Sangat menyenangkan bisa bantu masyarakat. Karena dari sisi lain dapat menambah ilmu dan pengetahuan, seperti saya bisa belajar ekonomi secara gratis,” sebutnya.

Di Posdaya Permata Bunda ini usaha anggotanya beragam, mulai dari usaha warung kalontongn, petani, usaha rumahan, kerajinan, dan pedagang keci-kecil lainnya. Kini, dengan adanya perannya itu, diakuinya sudah banyak penghargaan yang diraihnya. Suatu kebanggan bisa membantu masyarakat dengan adanya Posdaya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.