Pramuka Diharap Jadi Pelopor Pelestarian Hutan

Editor: Koko Triarko

1.480
TABANAN – Sekretaris Daerah Provinsi, sekaligus Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali, Dewa Made Indra, ingin gerakan Pramuka menjadi pelopor pelestarian hutan serta lingkungan sekitar.
Made Indra menuturkan, kegiatan pelestarian hutan dan lingkungan sekitar harus digelorakan secara terus-menerus, seluas-luasnya ke tengah masyarakat.
Karena kegiatan ini merupakan suatu hal yang sangat positif untuk menumbuhkan rasa kecintaan kepada hutan serta kelestarian lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan positif, kita sebarkan terus vibrasi ini, anggota Pramuka baik yang ikut maupun tidak menjadi peserta dalam perkemahan ini, agar bisa menjadi pelopor untuk hal positif ini,” ucap Dewa Indra, dalam wawancaranya seusai menghadiri upacara pembukaan perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saja Wanabakti se-Bali dan Nusa Tenggara di Bumi Perkemahan Margarana, Tabanan, Kamis (6/9/2018).
Dewa Indra berharap, anggota Pramuka bisa menjadi pelopor untuk melestarikan hutan serta lingkungan sekitar kita.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Dirjen Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, menjelaskan serta berharap, agar dengan kegiatan ini para Pramuka bisa menjadi pioner dan tauladan dalam menerapkan prinsip hidup ramah lingkungan hingga ke generasi berikutnya. Langkah ini diharapkan dimulai dari diri sendiri, dan dimulai dari saat ini.
“Mari lakukan aksi nyata pengurangan sampah, terutama sampah plastik dalam perkemahan ini. Terapkan prinsip less waste event, ” imbuhnya.
Ditambahkan Ruandha, selama kegiatan perkemahan para peserta dan pengunjung diminta untuk tidak menggunakan peralatan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, styrofoam dan sedotan plastik, dan  menerapkan pengelolaan sampah yang baik di seluruh bumi perkemahan.
Ia juga berharap, agar perilaku baik selama perkemahan dapat terus berlanjut hingga menjadi suatu kebiasaan dan budaya, untuk ditularkan kepada lingkungan sekitarnya.
Ruandha juga mengajak semua pihak untuk turut serta melestarikan lingkungan dengan menanam minimal 25 pohon seumur hidup, 5 pohon sewaktu di Sekolah Dasar, 5 pohon saat Sekolah Menengah Pertama, 5 pohon Sekolah Menengah Atas, 5 pohon ketika di bangku kuliah dan 5 pohon sewaktu menikah.
“Mari kita satukan tekat bersama untuk menjaga lingkungan dan hutan. Alam yang terjaga, akan memberikan fungsinya kepada manusia mulai dari fungsi pembawa/media, produksi sampai pada fungsi informasi, spiritual/healing. Semua itu untuk kesejahteraan manusia,” pungkasnya.
Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti berlangsung 6-10 September 2018, diikuti sekitar 577 peserta dari wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Perkemahan yang dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim juga disisi dengan penampilan marching band anggota pramuka serta penanaman pohon.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.