Premium di Pasaman Barat, Langka

97
SPBU, SPBB, dan ASDP di wilayah Sumatra Utara, sebagian Kalimantan, serta Sulawesi Selatan menerima suplai bahan bakar bersubsidi B20 dari Terminal BBM Tanjung Uban, ilustrasi - Dok: CDN

SIMPANG EMPAT – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), masih terjadi.

Pantauan, Sabtu, menyebutkan, puluhan kendaraan mengantre untuk mendapatkan BBM sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan kondisi ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pengelola SPBU Batang Lingkin, Santoso mengatakan, kelangkaan BBM jenis premium dan solar itu akibat habisnya stok premium di Pasaman Barat.

Selain itu, juga berkurangnya kuota atau jatah premium dari Pertamina Padang, serta terjadinya keterlambatan pengiriman solar beberapa waktu belakangan.

Menurutnya, peminat BBM jenis premium masih banyak. Masyarakat rela antre untuk menunggu premium datang.

Setiap premium datang maka kendaraan yang antre bergantian mengisi BBM yang dibantu petugas dan sejumlah satpam.

Secara bergantian kendaraan yang didominasi mobil itu terlihat mengisi BBM secara tertib.

Selain premium sejak beberapa hari belakangan ini antrean kendaraan juga terjadi di pompa BBM jenis solar.

Diduga akibat keterlambatan pengiriman, banyak SPBU di Pasaman Barat kehabisan stok solar.

Sementara permintaan di tengah masyarakat terus meningkat seiring dengan tingginya pertumbuhan kendaraan.

Ia mengaku, antrean kendaraan setelah mereka kedatangan stok premium dan solar tidak bisa dihindarkan.

Di sisi lain diduga akibat pembatasan stok dan banyak SPBU yang tidak menjual premium membuat pengendara menyerbu SPBU yang menjual premium.

Ia memprediksi, stok premium yang mereka miliki akan habis lebih awal melihat banyak jumlah pengendara yang mengantre.

Untuk menghindari keributan, petugas SPBU melakukan pembatasan pembelian dari konsumen agar semua pengendara yang mengantre bisa mendapatkan bagian.

“Kami berharap ke depan pemerintah bisa memberikan solusi agar stok premium dan solar tidak dikurangi dan harga tidak dinaikkan terus,” kata salah seorang pengendara, Edwar. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk