hut

Presiden Jokowi: Nuklir Sebagai Tantangan Perdamaian Dunia

Presiden Joko Widodo. Dokumentasi CDN

SEOUL — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan senjata nuklir menjadi salah satu ancaman perdamain dunia saat ini.

“Ancaman nuklir salah satu dari beberapa tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini,” kata Presiden saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia-Malaysia di Universitas Hankuk Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9/2018).

Selain nuklir, Kepala Negara juga menyebut dunia saat ini menghadapi tantangan keamanan, seperti di Afghanistan, Timur Tengah, Rakhine State-Myanmar.

“Populisme, proteknisme dan unilateralisme semuanya lagi naik tajam di berbagai penjuru dunia,” ucap Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengungkapkan bahwa Indonesia dalam UUD 1945 telah diamanatkan untuk menjaga perdamaian dunia akan mengambil perannya.

Jokowi mengatakan Indonesia dalam perdamaian dunia ingin berperan dalam aspek-aspek agama dalam menangani berbagai konflik internasional.

“Ini semua adalah konkret untuk mendorong yang benar, tetapi sejauh kemampuan yang kita miliki,” ujarnya.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa Korea dan Indonesia adalah mitra yang ideal atau “natural partner” untuk kerja sama menuju sebuah agenda internasional yang progresif bagi dunia.

“Kita dua-duanya menganut demokrasi, demografi saling melengkapi, di mana 60 persen orang Indonesia di bawah usai 30 tahun,” ungkap Presiden.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga dimintai pendapat salah satu mahasiswa mengenai bersatunya Korea Utara dan Korea Selatan.

Atas pertanyaan tersebut, Jokowi mengaku sangat senang dengan adanya pertemuan antara Presiden Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

“Sebuah sejarah karena Korea saudara dekat. Satu rumpun, kalau bertemu adalah sebuah hal yang wajar dan saya sangat berbahagia,” katanya.

Selain itu, Kepala Negara juga merasa gembira saat PM Korea Selatan dan Deputi PM Korea Utara juga bersama-sama datang di Asian Games XVIII.

“Ini menunjukkan bahwa kerukunan dan persatuan antara Korea Utara dan Korea Selatan, perasaan saya mengatakan mendekati sebuah kenyataan. Dan kita harapkan betul-betul nanti menjadi sebuah kenyataan, sehingga energi perdamaian dunia itu dimulai dari Korea,” tutur Presiden, berharap. (Ant)

Lihat juga...