Presiden Mahasiswa Nyaleg, Mahasiswa UIN Padang Bergolak

Editor: Makmun Hidayat

838

PADANG — Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat, bergejolak setelah mengetahui Presiden Mahasiswa maju menjadi calon legislatif (caleg) dari dapil Kabupeten Solok Selatan. Aksi ini juga buntut penolakan mahasiswa terkait adanya keterlibatan seorang Presiden Mahasiswa ikut dalam politik praktis.

Pencalanan Presiden Mahasiswa UIN bernama Khairul Fajri dianggap oleh para mahasiswa sebagai bentuk pelecehan kepada kampus. Untuk itu, para mahasiswa yang berunjuk rasa meminta Senat Mahasiswa mencopot presiden mahasiswa, yang ikut terlibat pada politik praktis.

Aksi unjuk rasa ini tidak hanya menyampaikan orasi berisikan tuntutan kepada pihak kampus untuk mengambil tindakan, mereka juga melakukan aksi bakar ban di tengah jalan kampus.

Selain permasalahan masuknya Presiden Mahasiswa dalam praktek politik praktis, para mahasiswa dari berbagai fakultas di UIN Imam Bonjol Padang ini, juga berunjuk rasa akibat lemahnya penanganan salah satu mahasiswa berinisial OS yang sempat ditahan oleh pihak kepolisian.

“Presiden Mahasiswa itu telah melecehkan UIN, ia harus mundur dari jabatannya, karena sudah terlibat politik praktis,” kata salah seorang orator aksi, Disman, Senin (10/9/2018).

Ratusan unjuk rasa tidak hanya terfokus pada satu titik, tetapi juga berkelilingi ke sejumlah fakultas dan bahkan para unjuk rasa menyegel gedung Senat Mahasiswa, karena tuntutan para pengunjuk rasa tidak ditanggapi oleh Ketua Senat Mahasiswa.

Dalam unjuk rasa tersebut, juga sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara para mahasiswa dengan satpam yang sempat menghadang para unjuk rasa yang memaksa masuk ke dalam Gedung Rektorat.

Sementara itu, salah satu peserta unjuk rasa, Disman, mengungkapkan masuknya ke dunia politik praktis yang dilakukan Presma UIN Imam Bonjol Padang sangat melecehkan kampus. Presiden Mahasiswa diduga dapat memanfaatkan massa mahasiswa yang ada di UIN Imam Bonjol untuk menaikan pamornya di mata masyarakat.

“Ini sangat melecehkan UIN Padang, belum ada sejarah Presiden Mahasiswa yang sedang menjabat mencalonkan diri atau masuk ke politik praktis,” tegasnya

Sementara Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Imam Bonjol Padang, Ikhwan, mengatakan, tuntutan ratusan mahasiswa itu tengah diproses oleh pihak kampus. Dalam waktu dekat pihak kampus juga akan melakukan pemanggilan kepada ketua Senat Mahasiwa, untuk membahas hal ini. Akan tetapi, ia mengakui persoalan hasil keputusan berada di tangan Senat Mahasiwa.

“Senat Mahasiswa yang terlibat politik praktis, tidak boleh menjabat di UIN ini. Kalau mahasiswa boleh tapi kalau tidak ada jabatan,” ujarnya.

Ikhwan menyatakan terkait sanksi, akan ditetapkan oleh Senat Mahasiwa. Artinya keputusannya berada pada Senat Mahasiwa. Bahkan apapun keputusan dari Senat Mahasiwa, ia mengaku tidak bisa menentang keputusan tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...