Priyo Sebut Kondisi Indonesia Saat ini Sedang Sakit

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

375

JAKARTA — Sekjen Priyo Budi Santoso menegaskan, Partai Berkarya mempunyai kekhususan, yakni cita-cita Jendral Besar H.M Soeharto. Disebutkan, tidak perlu ambil pusing dengan cemoohan, cibiran, dari pihak luar karena mereka melakukan itu menunjukkan ketakutan akan semakin besar dan berkembangnya PB nantinya.

“Semakin dicibir, cemooh, justru semakin dekat dengan masyarakat,” ucapnya dalam sambutan dan pengarahannya kepada bakal calon legislatif DPR RI provinsi DKI, Sabtu (22/9/2018).

Dikatakan, musibah yang banyak terjadi menandakan bumi pertiwi sedang menangis dan PB hadir dengan membawa cita-cita luhur untuk memperbaiki kondisi negeri ini.

“PB hadir memberikan kontribusi kolektif ke seluruh jajaran masyarakat dengan memberikan nilai-nilai kekeluargaan, adiluhung, serta tanggap asor dengan cita-cita luhur dalam memperbaiki bangsa yang kondisinya sedang sakit saat ini,” katanya.

Sekjen Priyo Budi Santoso bersama Giyanto H. Prayitno. Foto: M. Fahrizal

Senada dengan Priyo, H. Muhamad Ali Reza menyebutkan, seluruh caleg kader PB merupakan para pejuang yang akan mengangkat nama partai semakin dikenal dan diketahui masyarakat luas. Cara yang ditempuh yakni dengan mendengarkan aspirasi rakyat, menjadi jembatan untuk rakyat, serta menjalankan suara rakyat.

“Semakin dekat dengan masyarakat, PB akan semakin berkembang dan besar. Perlu diketahui, banyak lawan yang tidak ingin PB sebagai partai baru menjadi besar dan berkembang,” jelasnya.

Ali Reza juga mengajak bacaleg PB dapat melakukan diskusi-diskusi baik di kantor DPP pusat, maupun di tempat lain guna membahas peta strategi selepas dari bimtek ini.

Giyanto H. Prayitno, selaku ketua panitia menyebutkan, bimtek ini dapat menjadi ajang konsolidasi partai dalam menata strategi bacaleg dapil 1-10 di DKI.

“Hampir seluruh bacaleg hadir di acara bimtek ini, dan seperti yang disampaikan ketua DPW bahwa DKI merupakan barometer zona nasional, sudah sepatutnya PB menjadi terdepan disini,” ucapnya.

Selain itu, acara sendiri dibuka dengan pagelaran Palang Pintu yang menceritakan para jawara yang dimiliki panitia acara harus dapat dikalahkan oleh para jawara lainnya yang ingin menghadiri bimtek.

Baca Juga
Lihat juga...