Produksi Minyak Lapangan Handil Meningkat

Editor: Mahadeva WS

154

BALIKPAPAN – PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM), berhasil menambah produksi minyaknya sebanyak, 1.057 barel per hari (BOPD), melalui lapangan Handil yang merupakan bagian dari Wilayah Kerja (WK) Mahakam.

Tidak hanya menambah produksi minyak, PHM juga berhasil menambah produksi gas sebesar 2,6 MMscfd, dari H-L-174, yang mulai berproduksi di 21 September 2018. Dengan demikian, produksi dari sumur H-L-174, bersama-sama dengan sumur baru lainnya, memberikan kontribusi positif menaikkan produksi minyak Lapangan Handil hingga mencapai 18.207 BOPD, dan produksi gasnya 11,5 MMscfd.

Jumlah tersebut dicapai pada 23 September lalu. “Penambahan produksi di Lapangan Handil yang telah mature ini tercapai berkat upaya optimisasi oleh PHM selaku operator,” kata Sunaryanto, Executive Vice President PT PHM, yang mengepalai kegiatan operasi di WK Mahakam, Rabu (26/9/2018).

Menurut Sunaryanto, angka produksi dari sumur baru ini jauh lebih tinggi dari perkiraan awal, yang hanya sebesar 598 BOPD. Pengeboran sumur tersebut menggunakan Rig Yani, yang didesain untuk dioperasikan di kawasan delta.

“Luas Lapangan Handil sekitar 40 kilometer persegi, dengan cadangan minyak terletak di zona utama yang berada pada kedalaman antara 1.500 – 2.700 meter di bawah permukaan tanah. Produksi kumulatifnya selama lebih 40 tahun mencapai lebih dari 900 juta barel (termasuk kondensat) dan lebih dari 1,879 Tcf gas alam,” tuturnya.

Handil adalah salah satu lapangan minyak di WK Mahakam, dan telah berproduksi sejak Juli 1975. Di lapangan ini terdapat 107 sumur hidrokarbon aktif, empat sumur water producer, dan 13  sumur water injector. Pada awal produksi minyak dan gas di Lapangan Handil, semua berlangsung secara alamiah (natural flow) tanpa alat bantu.

Namun, seiring dengan usianya yang semakin tua, tekanan reservoir pun melemah. Sehingga, untuk mempertahankan produksi minyak dan gas, sebagian besar sumur tua di lapangan ini harus dibantu menggunakan teknologi injeksi air (sejak 1978) dan injeksi gas (sejak 1995) ke dalam reservoir. Upaya lain yang dilakukan adalah pengangkatan buatan (artificial lift) dengan menggunakan gas lift dan electrical submersible pump.

Baca Juga
Lihat juga...