Proyek Listrik di Jawa Ditunda Atasi Lemahnya Rupiah

1.494
Ilustrasi -Dok: CDN
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan penundaan sejumlah proyek listrik di Pulau Jawa untuk mengatasi pelemahan rupiah terhadap dolar 
“Kita reschedule (jadwal ulang) beberapa proyek listrik. Supaya tidak salah mengerti, yaL di Jawa, (pasokan listrik) sudah cukup sekarang ini. Jadi, mungkin (ditunda) enam bulan atau satu tahun, kita mau menenangkan dulu masalah currency (mata uang) ini,” katanya, seusai Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) Forum Negara Kepulauan dan Pulau (AIS) di Jakarta, Kamis (6/9/2018).
Pemerintah memutuskan untuk menjadwalkan ulang sejumlah proyek infrastruktur kelistrikan, sebagai upaya mengendalikan impor komponen yang menyebabkan defisit transaksi perdagangan, sehingga nilai tukar rupiah terus melemah.
Perusahaan pembangkit listrik disinyalir tidak menaati kewajiban pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), sehingga impor komponen melambung.
Meski tidak menyebutkan secara gamblang proyek mana saja yang ditunda, Luhut mengatakan, penundaan terhadap proyek-proyek kelistrikan yang belum mencapai penyelesaian pembiayaan (financial close).
“Jadi, yang sudah financial close, akan terus (berjalan),” tuturnya.
Proyek kelistrikan yang belum financial close mencapai sekitar 15.200 MW. Proyek-proyek tersebut awalnya ditargetkan mulai 2019, namun akan ditunda pada 2021-2026.
Meski ditunda, pemerintah memastikan target rasio elektrifikasi hingga 99 persen pada 2019 akan tetap tercapai. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...