Pulau Flores dan Lembata Darurat Berantas Rabies

Editor: Satmoko Budi Santoso

349

MAUMERE – Segenap pimpinan di daerah NTT baik itu gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota, harus berada di barisan terdepan dengan bekerja bersama untuk membasmi penyakit rabies di kabupaten-kabupaten yang ada di Pulau Flores dan Lembata.

“Saya mantan pimpinan Pansus undang-undang bencana saat di DPR RI dan kasus rabies merupakan kategori bencana. Jadi wajib hukumnya pemerintah daerah baik gubernur, bupati dan walikota berada di barisan terdepan menyelesaikan kasus ini,” tegas wakil gubernur NTT, Yosef Nae Sor, Sabtu (8/9/2018).

Dikatakan Yosef, karena dirinya dan gubernur NTT terpilih baru 3 hari bertugas, dirinya berjanji akan berkordinasi dengan penjabat bupati Sikka dan bupati lainnya di Flores serta Lembata untuk mengetahui perkembangan kasus rabies yang sedang dialami.

Wakil Gubernur NTT Yosef Nae Soi. Foto: Ebed de Rosary

“Kami juga sudah menghubungi teman-teman kami yang ada di Surabaya untuk mencari cara bagaimana mengatasi dengan memberikan vaksin, serum atau apa pun namanya untuk mencegah penyakit rabies,” ungkapnya.

Ada pelajaran berharga di Brasil, kata Yosef, selama 5 tahun negara tersebut memberantas rabies pada anjing. Memberikan serum atau vaksin yang diberikan kepada anjing tanpa membunuh hewan tersebut. Selama 5 tahun penyakit rabies hilang.

“Kami akan mendata dan meminta kepada para ahli yang berkompeten agar bisa bekerja sama membasmi virus ini secara komprehensif. Tuntas sehingga tidak parsial dan virus ini bisa hilang selamanya,” janjinya.

Yosef menandaskan, akan mengumpulkan data dan memanggil dinas-dinas terkait yang mengurus supaya bisa menyelesaikan secara komprehensif dan integral sehingga tidak terjadi lagi hal-hal tersebut di masa depan.

“Kami juga baru tiga hari dilantik sehingga belum tahu juga apakah ada dana soal itu. Nanti kami akan mempelajari dan menyelesaikan secara menyeluruh,” tegasnya.

Sementara itu, sekretaris Komite Rabies Flores dan Lembata dr. Asep Purnama mengatakan, selama kurun waktu 20 tahun, virus rabies menyerang 8 kabupaten di Pulau Flores dan Lembata. Sudah merenggut nyawa 300 orang termasuk 2 anak di Kabupaten Nagekeo dan seorang anak di Sikka selama tahun 2018.

“Gubernur baru NTT Viktor Laiskodat yang baru dilantik 5 September 2018 lalu harus bisa memimpin langsung pemberantasan penyakit rabies di Pulau Flores dan Lembata yang telah berlangsung selama 20 tahun. Tanpa ada penanganan serius dari pemerintah,” tegasnya.

Kepada Cendana News, dr. Asep mengatakan, gubernur NTT harus memimpin langsung dan melakukan aksi nyata agar virus rabies yang telah berada di Flores dan Lembata sejak 20 tahun lalu dan merenggut 300-an nyawa warga tak berdosa, bisa lenyap.

“Saya sangat berharap, Laiskodat menjadi sang juru selamat baru untuk memberantas penyakit ini. Dengan membebaskan Flores dan Lembata dari virus rabies, maka akan menunjang pariwisata di NTT yang sedang bertumbuh,” sebutnya.

Baca Juga
Lihat juga...