Puncak Musim Panas, Damkar Bekasi Minta Warga Waspada

Editor: Satmoko Budi Santoso

149

BEKASI – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi, mencatat intensitas kebakaran memasuki musim panas di Kota Bekasi cukup tinggi. Tercatat sejak Juli medio pertengahan September 2018 telah terjadi 86 titik kebakaran.

“Kebakaran di Kota Bekasi sejak Juli sampai pertengahan September 2018 cukup tinggi. Selama bulan ini sampai 14 september 2018, sudah ada 10 lokasi kebakaran meliputi kantor, rumah tinggal dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Damkar Kota Bekasi, Aceng S.

Dikatakan, data kebakaran di Kota Bekasi sejak awal Januari 2018 sampai pertengahan September, tercatat 195 kasus kebakaran yang ditangani Damkar. Dengan kerugian mencapai Rp13,5 miliar lebih.

Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar), Kota Bekasi Aceng Solahuddin – Foto Muhammad Amin

“Sampai Agustus 2018, jumlah kebakaran di Kota Bekasi lebih tinggi dibanding tahun 2017. Untuk tahun lalu tercatat sampai agustus terjadi 125 kasus kebakaran. Sedangkan Agustus 2018 tercatat 185 kasus kebakaran di Kota Bekasi,” tegas Aceng mengatakan total kebakaran tahun 2017 mencapai 221 kasus kebakaran.

Dikatakan, pemicu utama terjadinya kebakaran di Kota Bekasi, akibat korsleting listrik akibat arus pendek, gas dan lilin. Kebakaran kerap terjadi di kawasan padat pemukiman.

“September ini, sedang puncak terjadi panas di Kota Patriot. Jangan sampai lengah, karena sedikit saja terbakar bisa melebar ke lainnya. Untuk itu diharapkan warga bisa waspada,” imbau Aceng.

Dia mengingatkan kepada warga untuk tidak lupa mencabut semua peralatan listrik jika tidak digunakan. Seperti pemakaian kipas angin, jika terlalu lama maka akan panas dan menyebabkan kebakaran. Banyak alat elektronik lainnya sebagai pemicu kebakaran.

“Kita selalu, memberi edukasi kepada warga melalui forum RW/RT terkait bahaya kebakaran yang mengintai. Edukasi juga selalu diberikan ke perkantoran dan gedung untuk menyiapkan alat pemadam standar yang ditentukan,” pungkas Aceng.

Lihat juga...

Isi komentar yuk