Pungut Sampah, Budaya Peduli Lingkungan

195
Gubernur Jabar Ridwan Kamil/Foto; Dokumentasi CDN.

BANDUNG  – Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil atau Emil, memunguti sampah satu per satu sampah makanan, plastik, puntung rokok hingga dedaunan dari tugu pada Hari Memungut Sampah se-Dunia atau World Cleanup Day 2018, di Kota Bogor, Sabtu.

“Dengan ini kegiatan World Cleanup Day di 16 Kabupaten/ Kota di Jabar saya buka dengan bangga di Kota Bogor,” kata Gubernur Emil.

Ditemani Wali Kota Bogor Bima Arya, Gubernur Emil dan ratusan masyarakat dari komunitas juga pelajar, turun langsung ke jalan memunguti sampah. Gerakan pungut sampah ini kemudian berlanjut ke jalur pedestrian di jalan Oto Iskandar Dinata, ke lorong underpass, hingga ke sebagian Kebun Raya dan kembali ke jalan Pajajaran.

Gubernur Emil menuturkan, dalam melakukan gerakan pungut sampah ini didalamnya terkandung rasa cinta terhadap daerah tempat tinggalnya dan memberikan manfaat bagi sesama. Dia mengapresiasi terhadap komunitas yang selalu mensukseskan program pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa kerja sendiri harus bersama masyarakat termasuk energi komunitas yang harus terus dirawat karena itu yang membedakan kita dengan bangsa lain,” tuturnya.

Oleh karena itu, Gubernur Emil berharap, gerakan pungut sampah tidak hanya dilakukan setiap tanggal 15 September saja atau saat ada momen tertentu, melainkan gerakan tersebut harus menjadi budaya.

“Saya dulu di Kota Bandung kenapa dapat Adipura setelah 17 tahun, salah satunya adalah membuat seperti World Cleanup Day tapi dilakukan di hari Senin, Rabu dan Jumat dirutinkan, sekarang menjadi kebiasaan. Mudah-mudahan gerakan ini menjadi budaya ya. Bogor saya yakin hanya masalah waktu, predikat Adipura yang dulu bisa diraih kembali,” ujar Emil.

World Cleanup Day dimulai sejak tahun 2008 di Estonia. Gerakan ini mengumpulkan orang-orang dan organisasi di seluruh dunia untuk membuat bumi lebih bersih dan bebas sampah.

Tujuannya adalah melawan sampah ilegal atau yang membuang sampah sembarangan. Tepat hari ini serentak dilakukan di 150 negara dan diperkirakan 380 juta orang atau 5 persen penduduk dunia melakukannya.

Sementara target di Jabar ada 200 titik di 16 Kabupaten/ Kota yang melakukan gerakan ini. Khusus di Kota Bogor ada 7 rute yang dilalui oleh gerakan pungut sampah tersebut.

“Kita masih berusaha mewujudkan mimpi kita merebut kembali predikat Kota Adipura. Dulu Kota Bogor 8 kali berturut-turut meraih Adipura dan menjadi kota terbersih di Indonesia, sekarang dengan komunitas dan gerakan ini akan kita rebut kembali Adipura,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...