Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur Belum Terealisasi

Editor: Koko Triarko

1.496
BALIKPAPAN  – Tidak tercapainya kesepakatan antara pedagang dan investor, menjadi kendala revitalisasi pasar Inpres Kebun Sayur, yang telah direncanakan sejak 2015. Pasar Inpres Kebun Sayur merupakan pusat oleh-oleh khas Kalimantan, salah satu destinasi favorit bagi pengunjung atau pun wisatawan.
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, menuturkan, dalam meyakinkan pedagang untuk menyetujui revitalisasi pasar menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota. Padahal, revitalisasi tersebut awalnya satu paket dengan pembangunan Plaza Kebun Sayur, yang kini telah beroperasi dan dikelola oleh investor.
“Kesulitan meyakinkan itu, karena pedagang menganggap plaza gagal, mengingat harga sewanya mahal. Sehingga pedagang takut merugi, dan ini membuat investor enggan, karena tidak ada kesepakatan,” terangnya, Rabu (5/9/2018).
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi. –Foto: Ferry Cahyanti
Akibatnya, lanjut Rizal, pemkot Balikpapan kembali menawarkan ke investor lainnya untuk rencana revitalisasi pasar Inpres Kebun Sayur tersebut.
“Kalau jadi direvitalisasi, pasar akan lebih teratur. Di pasar itu ada juga oknum pedagang nakal yang menguasai beberapa petak,” tandasnya.
Rizal Effendi mengatakan, rencana awalnya pasar Inpres Kebun Sayur itu akan dibangun beberapa fasilitas, seperti tempat bermain untuk anak-anak hingga lahan parkir yang representatif.
“Bahkan, kalau bisa ada hotel, paling tidak, ya bintang tiga sajalah. Kalau lahan parkirnya bagus, ada pusat kuliner juga, yakinlah, omzet pedagang juga jadi bertambah, bisa lebih dua kali lipat,” sebut Rizal.
Rizal menambahkan, bila fasilitas lengkap, maka pengunjung akan merasa nyaman saat berkunjung di pasar cinderamata yang sudah dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kalau fasilitasnya lengkap, pengunjung bisa makan, lalu belanja lagi. Malam, bisa datang kembali ke sana,” tambah Rizal Effendi.
Baca Juga
Lihat juga...