Ribuan Pelajar di Bali Ikuti World Clean Up Day

Editor: Mahadeva WS

166
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra.-Foto: Sultan Anshori

BADUNG – Ribuan Siswa dan Siswi dari seluruh Bali, akan mengikuti kegiatan world clean up day. Koordinator kegiatan, Agung Darma Suyasa mengatakan, para pelajar tersebut akan mengikuti kegiatan bersih-bersih pantai yang digelar serentak di pulau Bali.

“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata, suksma Bali, yang dilakukan oleh paiketan krama Bali. Kegiatan ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Nantinya segenap OPD, akan mengirim perwakilan, untuk bersama-sama mengikuti kegiatan sosial tersebut. Kegiatan akan digelar 15 September, pada awalnya ditargetkan diikuti 1.000 peserta. Ternyata animo masyarakat untuk ikut terlibat sangat tinggi. Hingga saat ini sudah ada 13.000 peserta yang teregistrasi untuk ikut. Jumlah itu belum termasuk seluruh siswa dari SD hingga SMA se-Bali,” tutur Agung Darma Suyasa saat ditemui Kamis, (13/9/2018).

Para siswa dilibatkan dalam kegiatan pembersihan di wilayahnya masing-masing. Misalnya, SMA di Kuta Selatan, melakukan pembersihan di Kuta Selatan, atau pantai terdekat. Kegiatan ini merupakan langkah awal, yang akan diikuti dengan kegiatan serupa. Masalah sampah, adalah masalah besar yang harus ditangani bersama. Kegiatan tersebut digelar, bukan sekedar kegiatan seremonial. “Kami berkomitmen untuk melakukan aksi serupa. Kami berharap agar masalah sampah ini bisa segera ditemukan solusi penanganannya oleh pemerintah,” imbuh Darma Suyasa.

Khusus untuk di Badung, kegiatan pembersihan yang digelar serentak ini, akan dilakukan di tujuh titik. Titik pertama di Pantai Jimbaran dan Kedonganan, titik kedua di Pantai Geger dan Pandawa, titik tiga di Pantai Kuta, titik keempat di Pantai Petitenget, titik kelima Pantai Canggu, Brawa, Eko Beach, titik keenam Bagus Agrowisata, dan titik ketujuh Pantai Jerman.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta hanya mengumpulkan sampah. Sementara untuk pengangkutannya dilakukan oleh Dinas LHK. “Nanti saat kegiatan kebersihan sampahnya langsung dipilah. Sampah organiknya dipisah dengan anorganik. Biar petugas KLHK dengan mudah mengangkutnya. Sampah yang bisa didaur ulang-pun langsung diangkut ke tempatnya,” tandasnya.

Dinas Pariwisata Kabupaten Badung mendukung, siswa siswi dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih pantai tersebut. Kebersihan lingkungan, termasuk pantai merupakan aset utama bagi kelangsungan dunia pariwisata di Bali khususnya di Badung. “Kami selaku koordinator pariwisata di Badung sangat setuju bila anak-anak siswa dilibatkan dalam bersih-bersih besok. Ini bagian dari edukasi terhadap mereka untuk menjaga lingkungan untuk tetap bersih,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.