Rumah Korban Gempa Diharapkan Rampung Sebelum Musim Hujan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

147

LOMBOK — Pembangunan kembali rumah masyarakat korban gempa yang rusak setelah diguncang gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat diharapkan bisa rampung sebelum musim hujan tiba.

Permintaan tersebut disampaikan Presiden Jokowi Widodo ketika menggelar apel siaga rehabilitasi dan rekonstruksi penanganan masyarakat korban gempa Lombok, di Kabupaten Lombok Barat, Senin (3/9/2018).

“Pembangunan rumah korban gempa harus sudah rampung sebelum musim hujan, sehingga bisa ditempati masyarakat dan tidak sampai kehujanan,” kata Jokowi.

Selama proses rehabilitasi, Jokowi meminta agar para relawan bekerja membantu proses percepatan rekonstruksi, membantu masyarakat, baik dalam pembersihan dan pembangunan kembali.

Dikatakan, tahapan tanggap darurat telah berlalu. Maka, sekarang masuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Sejumlah tahapan yang nantinya akan ditempuh adalah pembangunan fasilitas publik seperti pasar, puskesmas, sekolah, masjid atau mushalla sudah mulai dikerjakan.

“Percepatan pembangunan rumah dan fasilitas umum lain diharapkan semakin mempercepat proses pemulihan dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa hidup kembali seperti sedia kala,” katanya.

Presiden Jokowi memimpin apel bersama proses rehabilitasi dan rekonstruksi bencana gempa Lombok bersama ribuan relawan dan aparat TNI, Polri, BNPB dan BPBD. Foto: Ist

Untuk perbaikan rumah masyarakat korban gempa, Jokowi sebelumnya telah menyerahkan bantuan senilai Rp264 miliar. Bantuan diserahkan secara langsung kepada korban gempa Lombok di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Adapun jumlah rumah rusak berat berdasarkan data terbaru sebanyak 5.293 unit, dari total 71.000 unit.

“Dalam pembagunan rumah nantinya akan didampingi dan dikawal oleh Kementerian PUPR yang dibantu ratusan insinyur muda dan mahasiswa teknik untuk membangun rumah anti gempa atau tahan gempa,” terangnya.

Jokowi juga akan memantau dan mengecek terus agar NTB segera normal kembali baik aktivitas ekonomi dan kehidupan dapat berjalan dengan baik.

Menteri PUPR, Basuki Hadi Mulyono, menyampaikan apel siaga ini diikuti oleh pendamping dan pelaksana rehabilitasi rekonstruksi yang berjumlah 2.250 orang peserta terdiri dari unsur masyarakat NTB, TNI dan POLRI, insinyur muda CPNS Kementerian PUPR, BNPB, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di NTB, BUMN Karya dan relawan.

Dalam rangka pelaksanaan Inpres Nomor 5 Tahun 2018 hingga saat ini sudah dilaksanakan verifikasi 261 bangunan dari 972 bangunan fasilitas publik yang mengalami kerusakan.

“Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi telah dilaksanakan pada 56 unit, terdiri dari 41 unit sekolah, 4 unit rumah ibadah (masjid mushalla), 3 unit pasar, dan 8 unit rumah sakit dan puskesmas,” katanya.

Untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang berjumlah 125.000 unit telah dilakukan verifikasi untuk 32.800 unit rumah yang terdiri atas 11.400 rumah rusak ringan, 3.600 rusak sedang, dan 17.800 rusak berat. Unit rumah contoh dengan teknologi RISHA yang tahan gempa telah dibangun di 20 titik lokasi sebagai contoh bagi masyarakat.

Rehabilitasi dan rekonstruksi rumah ditargetkan akan selesai dalam waktu enam bulan ke depan, dengan cara swakelola bergotong royong, didampingi oleh para relawan dan fasilitator, insinyur muda dan mahasiswa teknik, sedangkan untuk fasilitas publik akan diserahkan dan dikerjakan oleh BUMN Karya bekerja sama dengan kontraktor lokal.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.