Rupiah Makin Terpuruk, Pemerintah Harus Waspada

Editor: Mahadeva WS

238
Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Nilai rupiah yang telah menembus Rp15.002 per dolar Amerika Serikat, harus diwaspadai pemerintah. Jika tidak, kondisi tersebut akan menimbulkan banyak persoalan di tengah situasi dan kondisi di Indonesia. 

Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy mengatakan, harus ada upaya pemerintah untuk menahan laku keterpurukan nilai tukar rupiah. Salah satu yang bisa dilakukan, mengendalikan impor secara menyeluruh, meningkatkan ekspor atau meninggikan pemasukan dalam bentuk dolar Amerika Serikat dari sektor-sektor unggulan seperti ekonomi kreatif dan pariwisata.

Pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk menahan pelemahan nilai tukar rupiah tersebut. “Kami mendukung pemerintah untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan yang strategis agar rupiah keluar dari tekanan dolar Amerika. Kran impor harus dikendalikan secara menyeluruh,” katanya, Rabu (5/9/2018).

Langkah selanjutnya ialah, segera memperkuat sektor usaha kerakyatan, ekonomi kreatif dan pariwisata serta meningkatkan volume ekspor. Leonardy mengatakan, banyak pihak menilai, pelemahan rupiah disebabkan faktor eksternal. Ada yang menyebut, kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, perang dagang Amerika dengan China, serta imbas krisis Turki dan Argentina.

Untuk itu, meski ada faktor-faktor eksternal, Indonesia harus menahan defisit transaksi yang tengah berlangsung. “Harus ada upaya terintegrasi dan menyeluruh demi melakukan penyelamatan perikehidupan rakyat Indonesia dan kemajuan dunia usaha kita,” ujarnya.

Sektor ekonomi kreatif harus ditingkatkan, agar Indonesia mampu menghasilkan produk yang bisa diterima pasar dunia. Dengan cara itu, nilai ekspor Indonesia bisa  lebih tinggi dibandingkan nilai impor. Pariwisata sebagai penyumbang pendapata juga harus makin diprioritaskan.

Ketua DPRD Sumbar periode 2004-2009 tersebut mengingatkan, rakyat kecil pasti paling merasakan dampak penguatan dolar. Harga pangan akan melambung tinggi. Dan akan terjadi efek domino, yang pasti sangat berdampak terhadap daya beli masyarakat.  “Bagi dunia usaha, kenaikan harga yang bukan disebabkan kebijakan pemerintah, akan menjadi beban si pengusaha,” ucapnya.

Baca Juga
Lihat juga...